Engkau akan menyediakan damai sejahtera bagi kami. Meme Firman Hari Ini (17 Juni 2023).
A New Heart
MANUSIA BARU. Istilah manusia Baru merupakan predikat yang diberikan oleh rasul Paulus kepada jemaat di Efesus dan juga kepada setiap pengikut- pengikut Kristus di mana pun mereka berada (Efesus 4:17-32). Pengikut Kristus adalah orang-orang yang percaya kepada Yesus dan menjadikan Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamat di dalam hidupnya. Sebagai manusia baru, rasul Paulus mengingatkan kepada kita semua bahwa hidup kita berbeda dengan orang-orang yang belum mengenal Kristus, di mana hidupnya dipenuhi dengan pikiran yang sia-sia dan hidup jauh dari persekutuan dengan Allah. Hidup dalam kecemaran, hawa nafsu, kedegilan hati dan keserakahan sehingga perasaan mereka menjadi tumpul untuk mendengar suara Tuhan. Manusia baru merupakan manusia yang diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan, dan senantiasa diperbaharui di dalam roh dan pikiran serta menanggalkan manusia lamanya. Sebagai seorang manusia baru, dia akan mau mendengar dan menerima pengajaran yang nyata di dalam Yesus. Hari ini kita melanjutkan belajar dari kitab Yehezkiel dengan topik: “A New Heart (Hati yang Baru)” Bacaan Sabda diambil dari Yehezkiel 36:25-28 dengan penekanan pada ayat 26. Sahabat, kepada jemaat di Korintus rasul Paulus menyatakan bahwa siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang (2 Korintus 5:17). Proses kelahiran baru di dalam diri orang percaya dikerjakan oleh Roh Kudus (Titus 3:5). Karena kita adalah ciptaan baru di dalam Kristus maka kita harus menjalani hidup sebagai manusia yang benar-benar baru dengan meninggalkan kehidupan lama kita. Tuhan berfirman melalui nabi Yehezkiel, “Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu …” (Ayat 26). Sahabat, memiliki hati yang baru dan roh yang baru adalah tanda bahwa seseorang sudah mengalami kelahiran baru dan hidup dalam pertobatan. Kita memerlukan hati dan roh yang baru agar hidup kita semakin berkenan kepada Tuhan. Lalu apa yang dimaksudkan dengan hati yang baru? Hati yang baru adalah hati yang tidak lagi keras atau hati yang lembut. Kalau dulu sebelum bertobat hati orang begitu keras dan sulit sekali menerima teguran, setelah mengalami jamahan Roh Kudus hatinya diubahkan menjadi lembut, “Aku akan memberikan mereka hati yang lain dan roh yang baru di dalam batin mereka; juga Aku akan menjauhkan dari tubuh mereka hati yang keras dan memberikan mereka hati yang taat, supaya mereka hidup menurut segala ketetapan-Ku dan peraturan-peraturan-Ku dengan setia; …” (Yehezkiel 11:19-20). Sedangkan hati yang lembut adalah hati yang mau belajar, diajar, ditegur dan dibentuk, “Orang yang mengarahkan telinga kepada teguran yang membawa kepada kehidupan akan tinggal di tengah-tengah orang bijak. Siapa mengabaikan didikan membuang dirinya sendiri, tetapi siapa mendengarkan teguran, memperoleh akal budi.” (Amsal 15:31-32). Hati yang baru adalah hati yang mau taat melakukan kehendak Tuhan, tidak kompromi terhadap dosa. Ketaatan adalah syarat mutlak memiliki kehidupan yang berkenan kepada Tuhan. Tanpa ketaatan pengiringan kita akan Tuhan sia-sia. Hati yang baru adalah hati yang senantiasa tertuju kepada Tuhan dan rindu menyenangkan hati-Nya. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah! Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu? Apa saja yang menjadi ciri-ciri manusia baru? (Efesus 4:25-32) Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Sudahkah kita benar-benar meninggalkan manusia lama dan menjalani hidup sebagai manusia baru? (pg).
Manifestasi Roh Kudus Dalam Tindakan
Kategori: Sejenak Merenung Manifestasi Roh Kudus Dalam Tindakan PENGANTAR. Kitab Para Rasul ditulis untuk menunjukkan bahwa orang-orang Yahudi yang telah menolak dan menyalibkan Yesus melanjutkan pemberontakan mereka dengan menolak Injil Yesus Kristus yang sudah Rasbangkit dan naik ke surga. Kisah Para Rasul 4 membahas manifestasi kuasa Roh Kudus dalam tindakan para rasul dalam doa dan pemberitaan Firman Tuhan walau pun mendapatkan perlawanan. Dalam Kisah Para Rasul 4:31 Lukas mencatat: “Dan ketika mereka sedang berdoa, goyanglah tempat mereka berkumpul itu dan mereka semua penuh dengan Roh Kudus, lalu mereka memberitakan firman Tuhan dengan berani”. Doa adalah bekerjasama dan bergandeng tangan dengan Tuhan. Persekutuan doa adalah bekerjasama bagi Tuhan dan pekerjaan-Nya. Dalam mengerjakan pekerjaan Tuhan, ATHG (Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan) pasti ada, minimal dari iblis yang ingin menghancurkan pekerjaan-Nya. Iblis datang untuk mencuri, membunuh dan membinasakan para milik Tuhan (Yohanes 10:10a). Kita memuji Tuhan, DIA yang hebat, DIA yang perkasa, DIA Tuhan yang menjadikan langit dan bumi. Penderitaan dan penganiayaan bagi para murid Kristus telah dinubuatkan dalam Mazmur 2:1-3, itulah hak setiap murid Yesus untuk meneladani dan memiliki karakter Kristus. Tentangan dan tantangan dalam pelayanan adalah kesempatan emas untuk mewartakan kabar baik Mesias Yang diurapi-Nya dengan kuasa ROH Kudus dan menyerahkan hasilnya kepada Bapa di surga. MANIFESTASI ROH KUDUS DALAM TINDAKAN. Penyebutan Yesus Kristus, Hamba-Mu yang kudus (Ayat 27) adalah juga Yang Diurapi memiliki kekuatan luar biasa untuk mengalahkan iblis. Penyebutan Herodes Antipas, raja atas Galilea dan Persia, mewakili raja-raja di bumi. Pontius Pilatus, wali negeri Romawi bagi Yudea, mewakili para pembesar. Musuh-musuh yang lain di dalam mazmur itu diidentifikasikan sebagai bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel dan selebihnya. Orang-orang percaya sebagai pengikut Kristus tidak berdoa meminta perlindungan atau keselamatan, tetapi agar mereka dapat tetap setia memberitakan Firman Tuhan ketika menghadapi perlawanan. Itulah komitmen sebagai wujud bersandar kepada kuasa Roh Kudus dalam berpelayanan. Jawaban atas komitmen tersebut, bahwa mereka terus menerus dipenuhi oleh kuasa Roh Kudus yang selalu dimanifestasikan dalam tindakan mereka sesehari baik dalam kehidupan sepanjang hari maupun dalam memberitakan Firman Tuhan dengan berani. KESIMPULAN. Gereja adalah persekutuan orang-orang percaya kepada Tuhan Yesus Kristus. Oleh kuasa Roh Kudus mereka memberitakan kabar baik tentang Tuhan Yesus Kristus. Mereka perlu berhimpun, bersatu saling menyalakan api pelayanan. Dengan sadar dan tulus hati mereka amat menyadari adanya Ancaman Tantangan Hambatan dan Gangguan dari iblis dan orang-orangnya. Kiranya menjadikan momentum itu sebagai kesempatan emas untuk memberdayakan kuasa Roh Kudus sebagai api pelayanan pemberitaan Injil Kristus. Gereja harus menyadari akan arti pentingnya Doa dan Persekutuan Doa Peperangan Rohani. Musuh kita bukan darah dan daging yang kasat mata, tetapi setiap penghulu roh jahat yang siap memporakporandakan pekerjaan Tuhan dan jemaat-Nya. Itulah wujud tantangan iman Kristen dalam kehidupan sesehari kita. Keputusan Tuhan dan kesetiaan untuk bertekun adalah kedua hal yang saling memperlengkapi. Para murid Kristus di sepanjang segala abad, menghadapi sebuah dilema besar, bak makan buah simalakama. Memberitakan Injil dan menempatkan diri untuk rela ditangkap, dijebloskan ke penjara, mati sebagai martir Kristus. Gereja harus tetap tekun dan setia berdoa. Bahaya, takut, panik dan segera mencari perlindungan adalah tindakan wajar seseorang bila dalam keadaan tertekan. Berdasarkan hasil perenungan pendalaman kita dalam kitab Kisah Para Rasul 4 khususnya pada ayat 23-31, mari kita jawab pertanyaan berikut: Pesan apa yang kita peroleh dari hasil perenungan kita pada hari ini? Apa yang kita pahami dari Kisah Para Rasul 4:23-31? Doa seperti apa yang harus dipanjatkan oleh para murid Kristus saat menghadapi tantangan dan tentangan iman? Selamat sejenak merenung dan mengaplikasikannya dalam hidup hari ini. Simpan dalam-dalam di hati: Kita dijadikan-Nya saksi Kristus yang berdampak hingga efektif dan efisien bagi dunia. Amin. (sp).
Keputusan TUHANlah yang terlaksana. Meme Firman Hari Ini (16 Juni 2023).
Karena kamu masih manusia duniawi. Meme Firman Hari Ini (14 Juni 2023).
LOYAL and OBEDIENT until The End
SETIA DAN TAAT. Dalam perjanjian baru, kata setia memiliki 3 makna yang berbeda, yaitu dapat dipercaya; taat menjalankan perintah; dan orang yang percaya, pengikut atau penganut. Ketika Tuhan Yesus berbicara tentang hamba-hamba-Nya yang setia, yang Dia maksud adalah Dia sedang menantikan orang-orang yang mau percaya dan mengikuti Dia; taat dalam menjalankan amanat-Nya; dan dapat dipercaya sepenuhnya. Tuhan menginginkan kita untuk terus beriman dan setia kepada-Nya. Yesus merupakan Pribadi yang memberi contoh kepada kita bagaimana Ia menunjukkan ketaatan pada Bapa dalam hidup-Nya selama 33,5 tahun di bumi. Walaupun Ia adalah Anak, Ia telah belajar menjadi taat melalui apa yang telah diderita-Nya (Ibrani 5:8). Itulah sebabnya, Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama (Filipi 2:9). Maka dapat disimpulkan bahwa Allah sangat berkenan kepada orang yang setia dan taat kepada-Nya dalam situasi yang sangat sulit sekalipun. Hari ini kita melanjutkan belajar dari kitab Yosua dengan topik: “LOYAL and OBEDIENT until The End (SETIA dan TAAT sampai akhir Hayat)”. Bacaan Sabda diambil dari Yosua 23:1-16. Sahabat, apa yang kamu lakukan ketika sedang gelisah? Gelisah merupakan suasana hati yang kalut, takut, disertai bimbang. Saat menjelang akhir hayatnya, Yosua tidak mau dikuasai kegelisahan. Dia tetap mengingat janji dan peringatan Allah. Ketika Yosua sudah tua dan lanjut umurnya. Pada momen tersebut, dia memanggil para pemimpin Israel. Mereka adalah tua-tua, hakim, dan pengatur pasukan (Ayat 2). Di senja usianya, dia ingin memberikan petuah penuh makna. Yosua mengingatkan kebesaran kuasa-Nya dalam kehidupan Israel (Ayat 3). Allah melakukan perkara besar demi kebaikan mereka. Misalnya, Dia telah memberikan Israel negeri yang menjadi milik pusaka mereka (Ayat 4-5). Atas semua kebaikan itu, Yosua mendorong umat Israel agar hidup sesuai kehendak-Nya (Ayat 6-8, 11). Yosua ingin agar mereka taat melakukan hukum dan ketetapan Tuhan. Umat Israel dilarang bergaul dengan bangsa penyembah berhala. Dengan begitu, mereka akan tetap setia menyembah Allah saja. Mereka harus terpaut kepada Allah dan mengasihi-Nya. Sahabat, jika Israel dapat hidup seperti itu, maka Allah menjanjikan kemenangan besar bagi mereka. Tuhan akan menghalau semua musuh Israel (Ayat 9-10). Namun, jika mereka menyimpang dari kehendak-Nya, kehancuran besar akan menanti (Ayat 12-16). Yosua telah setia mengabdi sebagai hamba Allah. Karya kasih-Nya kepada dirinya dan Israel selalu sempurna. Ini memperlihatkan bahwa Allah selalu setia kepada umat-Nya. Jadi, setiap umat juga harus hidup setia dengan melakukan kehendak-Nya sebagai bukti loyalitas kepada-Nya. Marilah kita menjalani kehidupan dengan sukacita. Allah selalu menjamin kebaikan, asal kita patuh kepada-Nya. Kehendak-Nya akan selalu membawa kita pada hidup berkemenangan. Jangan lamban untuk mengucap syukur dalam segala keadaan! Kuatkan langkah kita untuk mengikuti kehendak-Nya. Hingga sampai akhir hayat, kita tetap setia dan taat menjadi umat-Nya. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah! Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Pesan apa yang Sahabat peroleh dari perenungan pada hari ini? Apa yang Sahabat pahami dari ayat 6-8? Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Tuhan telah mengampuni dosa dan salah kita, memberi keselamatan kini dan nanti. Maukah Sahabat dan saya setia dan taat kepada Tuhan? (pg)
Engkau tidak mengetahui pekerjaan Allah yang membuat segala sesuatu. Meme Firman Hari Ini (15 Juni 2023).
Karena kamu manusia duniawi. Meme Firman Hari Ini (14 Juni 2023).
EDOM: Rejoicing over Suffering
EDOM. Dari Wikipedia saya mendapat informasi bahwa Edom merupakan nama tempat yang sebelumnya dikenal dengan nama Seir. Tanah dan penghuni dari Edom ini ditemukan di dataran bagian selatan dan tenggara dari Laut Mati. Edom juga bertetangga dengan Israel di timur dan selatan. Di dalam Alkitab nama Edom memiliki tiga makna. Makna yang pertama (Kejadian 25:30; 36:1, 8, dan 19) yaitu nama lain dari Esau sebagai peringatan bahwa ia menukar hak kesulungannya dengan satu mangkok sup kacang merah. Makna yang kedua (kitab Bilangan 20:18, 20, 21; kitab Amos 1:6, 11; 9:12; kitab Maleakhi 1:4) yaitu Edom sebagai suatu kelompok bangsa. Makna yang ketiga (kitab Kejadian 32:3; 36:20, 21, 30; kitab 24:18) yaitu tanah yang diduduki oleh keturunan Esau, yang sebelumnya dikenal dengan nama Seir. Kata Edom sendiri berarti merah. Kata ini menunjuk pada sup yang diberikan sebagai ganti hak kesulungannya. Selain itu, kata ini juga berkaitan dengan kelahiran Esau, warnanya merah, yang terdapat dalam kitab Kejadian 25:25. Selain itu, kata merah ini juga muncul karena warna kemerah-merahan yang ada pada tanah Edom yang di dalam Akitab disebutkan terdiri dari batu yang berwarna merah. Dalam zaman Romawi atau Perjanjian Baru wilayah Edom dikenal dengan nama Idumea. Hari ini kita melanjutkan belajar dari kitab Yehezkiel dengan topik: “EDOM: Rejoicing over panSuffering (EDOM: Bersukacita di atas Penderitaan)”. Bacaan Sabda diambil dari Yehezkiel 35:1-35 dengan penekanan pada ayat 5. Sahabat, dalam praktik hidup sehari-hari kita sering mendengar ungkapan yang berbunyi: “Menari di atas penderitaan orang lain”, yang artinya seseorang yang tampak senang atau bersukacita ketika melihat orang lain hidup menderita, tertawa lebar karena kemalangan yang dialami orang lain. Sesungguhnya Tuhan tidak menghendaki kita bersukacita karena kesusahan, penderitaan atau kemalangan yang dialami oleh orang lain, termasuk yang dialami oleh musuh sekalipun. Coba kita simak nasihat rasul Paulus berikut ini: “Bersukacitalah dengan orang yang bersukacita, dan menangislah dengan orang yang menangis!” (Roma 12:15). Inilah yang disebut dengan tepa selira (bahasa Jawa) yang artinya berbela rasa. Ketika melihat orang lain sedang tertimpa kesusahan atau kemalangan, Tuhan menghendaki kita berbuat sesuatu untuk menolong, bukan malah bertepuk sorak, sambal berkata: “Rasain Lu …!”Sahabat, Edom memusuhi bangsa Israel, yang merupakan umat pilihan Tuhan, dan menutup mata ketika melihat penderitaan umat Israel yang diakibatkan serangan musuh, bahkan mereka tampak bersukacita melihat umat Israel begitu menderita. Kata Edom sendiri memiliki arti merah. Akhirnya warna merah itupun menjadi sebuah kenyataan, karena tempat itu dipenuhi oleh warna merah oleh tumpahan darah para penduduknya yang mendapatkan penghukuman atau pembalasan dari Tuhan (Ayat 6-7). Sahabat, permusuhan Edom dan Israel berlangsung terus-menerus. Bahkan Edom bergembira saat saudaranya, Israel, tertimpa malapetaka (Ayat 5, 15). Edom berpikir bahwa tanah Israel dan Yehuda akhirnya akan menjadi miliknya (Ayat 10, 12). Karena alasan itu, Tuhan akan menghukum bangsa itu. Seperti Edom memperlakukan Israel dalam murka dan cemburunya, Tuhan akan memperlakukan Edom pun demikian (Ayat 11). Sebagaimana Edom bersuka ria karena Israel telah menjadi sunyi sepi, Tuhan juga akan membuat Edom menjadi sunyi sepi (Ayat 7, 9, 15). Hal tersebut menunjukkan Tuhan peduli terhadap umat-Nya. Bahkan Tuhan menganggap apa yang dilakukan para musuh kepada umat-Nya sama artinya mereka melakukannya kepada diri-Nya (bdk. Kisah Para Rasul 9:5, Yesus menyebut pengikut-Nya sebagai diri-Nya saat mereka dianiaya Saulus).Maka bersukacitalah karena kita memiliki Allah yang menganggap musuh umat-Nya sebagai musuh pribadi-Nya. Jangan takut jika menghadapi tantangan dan penganiayaan dari orang-orang yang memusuhi umat Tuhan. Ia akan menghukum mereka dengan keras. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah! Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu? Apakah yang Tuhan kehendaki untuk Sahabat lakukan berdasarkan hasil perenunganmu? Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Kita membutuhkan hikmat Tuhan untuk dapat merespons dengan benar atas setiap kesulitan dan penderitaan orang-orang yang ada di sekitar kita. (pg).
