Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat dan Tuhan beserta kita sepanjang hidup. Sahabat, pada umumnya ketika kita membaca kalimat tentang kehidupan yang disertai, maka pikiran kita akan langsung tertuju kepada Tuhan yang menyertai kita. Itu tidak salah, tapi kita tidak boleh melupakan bahwa seringkali kuasa penyertaan Tuhan itu seiring sejalan dengan cara Tuhan dalam menghadirkan orang-orang yang ada di sekitar untuk menyertai kehidupan kita. Melalui kehidupan orang-orang yang ada di sekitar kita, kuasa penyertaan Tuhan seringkali terjadi.
Pandemi Covid – 19 yang berkepanjangan membuat sebagian orang percaya merasakan adanya beban hidup yang menindih yang membuat mereka merasa lelah dan penat secara rohani. Dalam situasi seperti ini kita sangat membutuhkan kehadiran orang lain untuk menguatkan dan menopang, “Berdua lebih baik dari pada seorang diri, karena mereka menerima upah yang baik dalam jerih payah mereka. Karena kalau mereka jatuh, yang seorang mengangkat temannya, tetapi wai orang yang jatuh, yang tidak mempunyai orang lain untuk mengangkatnya!” (Pengkhotbah 4:9-10).
Sahabat, untuk itu mari kita menggali berkat dari Keluaran 17:8-16 di bawah judul: “Kemenangan orang Israel melawan orang Amalek.”
Ketika bangsa Amalek menyerang orang-orang Israel yang tengah berada di Rafidim, Musa segera memberikan perintah kepada Yosua untuk menyiapkan pasukan yang baik untuk berperang melawan bangsa Amalek. Tentu saja strategi perang juga dipercayakan kepada Yosua. Selain itu, Musa memberikan dukungan moral kepada Yosua bahwa ia akan berdiri di puncak bukit sambil memegang tongkat Allah sebagai simbol kuasa dan perlindungan Allah. Begitulah keduanya menjalankan peran dan fungsinya masing-masing (ayat 8-10).
Strategi dan kekuatan militer yang dilakukan Yosua beserta pasukan Israel ditopang oleh kuasa Allah melalui Musa, dibantu Harun dan Hur, dengan mengangkat tongkat Allah sebagai tanda permohonan agar Allah menyatakan kuasa dan perlindungan-Nya sehingga peperangan tersebut dapat dimenangkan oleh bangsa Israel (ayat 11-13).
Sahabat, begitulah pengakuan yang harus diingatkan kepada bangsa Israel turun-temurun bahwa Tuhanlah yang berperang melawan musuh. Tuhanlah yang memberikan panji kemenangan bagi umat pilihan-Nya (ayat 14-16).
Pelajaran yang kita dapatkan: sekalipun merasa lelah dan penat, tapi bila ada yang menopang, maka musuh pasti dapat dikalahkan. Karena itu, firman Tuhan menasihati kita untuk saling menopang dan menguatkan di antara saudara seiman, “Bertolong-tolonganlah menanggung bebanmu! Demikianlah kamu memenuhi hukum Kristus.” (Galatia 6:2).
Ingatlah! Sahabat, Allah merupakan sumber kehidupan, kekuatan, perlindungan, dan penghiburan. Kita patut bersyukur karena Tuhanlah yang ada di balik kemenangan kita. Sesungguhnya kekristenan identik dengan kasih, yaitu kasih yang bukan sekadar slogan, melainkan kasih yang disertai dengan tindakan nyata. Jika ada saudara kita sedang lemah tak berdaya, adakah kita tergerak hati untuk menolongnya? Rasul Paulus mengingatkan, “Kita, yang kuat, wajib menanggung kelemahan orang yang tidak kuat dan jangan kita mencari kesenangan kita sendiri.” (Roma 15:1). Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. (pg).

Shalom …Selamat jumpa Pak dan para Sahabat pendukung Kristus.
Salam sehat , penuh sukacita di dalam Kristus.
Puji Tuhan..kabar baik , oleh anugerah-Nya , kita msh diberi kesempatan utk merenungakan sebagian dari Firman-Nya.
Trm kasih utk Renungan Firman Tuhan pagi ini yg mengajarkan supaya kita hidup dengan saling menopang dan menolong kepada sesama yang membutuhkan.
Bila ada saudara kita yang membutuhkan , maka kita harus mewujudkan kasih Allah utk menolongnya….Immanuel
Tuhan Yesus Memberkati… dan kuasa-Nya melalui orang -orang yg ada di sekitar kita…??