Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat. Semoga dalam menjalani dan menikmati hidup, kita senantiasa dapat memandang kepada Tuhan. Sahabat, senantiasa memandang TUHAN adalah sikap orang percaya yang baik. Bagaimana pun keadaan dan pergumulan hidup yang sedang kita alami, kita harus tetap memandang TUHAN. Daud memberikan contoh dan teladan iman bagi kita untuk selalu memandang kepada Tuhan dalam segala langkah, “Aku senantiasa memandang kepada TUHAN; karena Ia berdiri di sebelah kananku, aku tidak goyah” (Mazmur 16:8)
Mazmur 16:1-11 merupakan suatu doa permohonan dan pengakuan iman yang sangat menyentuh realitas kehidupan sehari-hari. Mazmur ini mengajarkan dan menggambarkan dengan jelas bahwa hanya ada satu sumber sukacita, sumber kebahagiaan, sumber perlindungan, dan sumber keselamatan. Tidak ada sumber lainnya yang kekal di luar Tuhan. Harta dan kepunyaan kita yang terbesar adalah beriman kepada Allah. Hanya di dalam Dialah hati kita bersukacita, jiwa kita bersorak-sorak, dan tubuh kita akan diam dengan tenteram. (ayat 7 – 11)
Sahabat, Daud mengerti benar bahwa sukacita dan sorak-sorai bukanlah bergantung dari berat-ringannya situasi yang sedang ia hadapi. Tetapi ia percaya bahwa dengan memandang kepada Tuhan, menyadari kehadiran Tuhan yang selalu berjalan di sebelah kanannya dengan setia, akan membuatnya mampu untuk terus berdiri tegak meski situasi sama sekali tidak kondusif.
Bagi Daud, kehadiran Tuhan bersamanya merupakan kunci utama yang membuatnya mampu terus hidup dengan penuh sukacita dan keriangan. Bersama Tuhan dia tidak perlu takut. Bersama Tuhan ada solusi, jawaban, pertolongan bahkan kemenangan. Bersama Tuhan kita akan selalu bisa bersukacita. Itu benar-benar disadari Daud..
Senada dengan Daud, Rasul Paulus dalam Filipi 4:4-9 memberi nasihat kepada jemaat di Filipi agar memilih kehidupan yang senantiasa bersukacita. Bahkan ia menegaskan, “Bersukacitalah senantiasa dalam Tuhan! Sekali lagi kukatakan: Bersukacitalah!” (ayat 4).
Senantiasa bersukacita artinya sukacita yang kita miliki tidak tergantung pada suasana hati atau kondisi yang sedang kita alami. Bersukacita senantiasa bukan hal yang mustahil ketika kita menyerahkan segala kekhawatiran kepada Allah di dalam doa (ayat 6). Lebih lanjut, Paulus menasihatkan agar kita selalu berpikir positif (ayat 8). Dengan demikian, damai sejahtera Allah akan memelihara hati dan pikiran kita sehingga kita memiliki sukacita yang melimpah (ayat 7).
Sahabat, hati yang bersukacita memancarkan kekuatan, sebaliknya sungut-sungut hanya menambah beban. Situasi kehidupan yang sulit memang tidak akan berubah begitu saja ketika kita memilih untuk tetap bersukacita. Sukacita memang tidak mengubah keadaan tetapi memberikan kekuatan untuk mengatasi setiap kesukaran yang ada.
Ingaltah! Sahabat, sadarilah bahwa beban kehidupan akan selalu datang silih berganti. Kabar baiknya adalah, Tuhan tahu dan mengerti pergumulan kita. Dia mendengar dan sangat peduli terhadap semua itu. Yesus berkata, “Marilah kepadaKu, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu” (Matius 11:28). Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. (pg).

Shalom …Selamat pagi Pak Paul dan para Sahabat pendukung Kristus.
Salam sehat dan penuh sukacita di dalam Kridtud
Puji Tuhan ??, kabar baik , Tuhan masih memberi kesempatan utk menikmati Firman Tuhan di setiap pagi.
Terima kasih utk Renungan Firman Tuhan pagi ini yg mengingatkan agar kita selalu bersukacita di dalam segala situasi , di dalam.kondisi senang ataupun susah.
Di dalam bersukacita. , kita akan memperoleh kekuatan dan pengharapan dari Tuhan…Immanuel.
Tuhan Yesus Memberkati kita…selamat beraktivitas dengan penuh sukacita di dalam Kristus…??