JATUH CINTA kepada TAURAT TUHAN

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh cinta. Sahabat, apakah kamu pernah merasakan jatuh cinta? Kata Titiek Puspa, jatuh cinta itu berjuta rasanya. Biar siang biar malam terbayang wajahnya. Jatuh cinta itu berjuta indahnya. Biar hitam biar putih manislah nampaknya. Hampir semua orang pasti pernah merasakan apa yang namanya jatuh cinta.  Cinta membuat hati orang berbunga-bunga, dunia terasa menjadi milik berdua, yang lain menumpang.  Ketika terpisah oleh jarak, rasa rindu pun menyerang, hasrat ingin bersua pun bergelora.  Rasa rindu dan cinta akan terobati ketika mereka berjumpa dan menghabiskan waktu bersama. 

Sebuah ungkapan cinta ditulis lengkap oleh Daud dalam Mazmur 119:97-104. Bukan kepada seseorang, tetapi tentang rasa cintanya yang begitu menggelora kepada Taurat Tuhan. Sebenarnya tidak hanya dalam Mazmur 119 saja, tetapi jika kita melihat isi dari kitab Mazmur, maka kita akan menemukan ada begitu banyak ayat yang menyatakan kecintaan sang Penulis kepada Taurat Tuhan. Tapi mengingat keterbatasan halaman, kali ini mari kita batasi hanya menggali pasal 119:97 – 104. Daud menggambarkan dengan indah mengenai rasa cintanya dan apa yang dia perbuat kepada  Taurat Tuhan yang sangat ia cintai itu. Dengan antusias Daud berseru, “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari.” (ayat 97).

Dalam Mazmur 119:97-104  Daud menyatakan diri sebagai seorang yang sedang jatuh cinta.  Rasa cinta yang mendalam ia tujukan   kepada Taurat Tuhan.  Ada cukup banyak orang percaya menganggap bahwa membaca dan merenungkan firman Tuhan adalah kuno, ketinggalan zaman, pekerjaan yang sangat membosankan dan menjadi beban tersendiri.  Karena itu mereka melakukannya tidak dengan sepenuh hati, tapi setengah hati atau  terpaksa. 

Berbeda dengan Daud yang menjadikan Taurat Tuhan sebagai kesukaan,  “Betapa kucintai Taurat-Mu!”  (ayat 97).  Karena mencintai Taurat Tuhan maka Daud merenungkannya sepanjang hari.  Mengapa Daud begitu mencintai Taurat Tuhan? 

Daud  mengungkapkan betapa ia mencintai Taurat Tuhan yang dapat membuatnya lebih bijaksana (ayat 98), lebih berakal budi (ayat 99), dan lebih memiliki pengertian (ayat 100, 104). Taurat Tuhan berkuasa menahan agar seseorang tidak berjalan dalam kejahatan (ayat 101-102). Taurat Tuhan berisi janji-janji Tuhan yang membuat hidupnya bergairah (ayat 103). Taurat Tuhan menjadi petunjuk bagi hidupnya (ayat 104).

Ingatlah! Sahabat, bagi Daud, firman Tuhan diibaratkan sebagai pelita yang menerangi jalan hidupnya (105). Tanpa cahaya terang, niscaya kita akan mudah tersandung, tersesat dan menempuh perjalanan yang berisiko. Sayangnya, kita sebagai orang percaya sering tidak sungguh-sungguh menyadarinya. Akibatnya, kita pun tidak dapat menyenangkan Allah melalui ketaatan kita pada firman-Nya. Nah, tunggu apalagi, marilah kita menyediakan waktu setiap hari untuk membaca dan merenungkan firman Allah, agar hidup kita semakin dituntun oleh terang-Nya. Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. Tuhan  punya seribu satu  cara untuk menolong kita agar kita jatuh cinta berulang kali kepada firman-Nya. (pg)

One Comment

  1. Kristianti Kartika Widjaja

    Selamat pagi Pak Paul dan para Sahabat pendukung Kristus.
    Salam sehat , penuh sukacita di dalam Kristus.
    Puji Tuhan..??, kabar baik, kita masih bisa merenungkan sebagian dari Firman-Nya.
    Haleluya …Amien…????, Tks utk Renungan Firman Tuhan pagi ini yg menjadi Rhema utk kita spy kita mau menyediakan waktu untuk membaca dan merenungkan Firman Tuhan yang memberi kekuatan kepada kita serta menuntun jalan kehiduoan kita agar kita tidak tersesat ke jalan yang salah.
    Mari kita selalu mencintai Firman-Nya dan menyenangkan hati Tuhan…Immanuel.
    Tuhan Yesus Memberkati kita…Selamat Hari Minggu dan Selamat Beribadah….???

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *