Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat penuh hikmat. Sahabat, rasanya kita semua setuju bahwa permata itu merupakan benda berharga. Tidak saja indah, berkilau, tapi permata juga bisa menaikkan gengsi, menjadi ukuran kekayaan, mengangkat martabat seseorang, dan lain sebagainya. Pada masa Perjanjian Lama, adalah hal lumrah untuk menjadikan permata sebagai persembahan bagi raja-raja.
Namun ada ungkapan yang sangat menarik yang disampaikan oleh raja Salomo yang terdapat di Amsal 8:11, “Karena hikmat lebih berharga dari pada permata, apapun yang diinginkan orang, tidak dapat menyamainya.”
Sahabat, apakah hikmat itu? Wikipedia menyatakan hikmat adalah suatu pengertian dan pemahaman yang dalam mengenai orang, barang, kejadian atau situasi, yang menghasilkan kemampuan untuk menerapkan persepsi, penilaian dan perbuatan sesuai pengertian tersebut. Seringkali membutuhkan penguasaan reaksi emosional seseorang supaya prinsip, pertimbangan dan pengetahuan universal dapat menentukan tindakan seseorang. Hikmat juga berarti pemahaman akan apa yang benar dikaitkan dengan penilaian optimal terhadap suatu perbuatan.
Sahabat, permata itu berharga, benar. Tapi Salomo, si raja terkaya justru mengatakan bahwa ada sesuatu yang lebih berharga dari permata. Kalau Salomo mengatakan hikmat itu lebih berharga daripada permata, itu tidak berarti bahwa Salomo menganggap rendah nilai permata. Salomo justru mau bilang ada sesuatu yang jauh lebih penting daripada permata, kemewahan dan kekayaan, yaitu hikmat. Apapun yang termahal yang pernah diinginkan orang tidak akan pernah bisa menyamai harga dari hikmat.
Hikmat adalah hal yang sangat penting yang harus dimiliki oleh setiap orang percaya, sebab dengan hikmat, orang dimampukan untuk membuat keputusan dengan benar, dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat, mana yang harus dilakukan dan mana yang tidak.
Hikmat tidaklah sama dengan kecerdasan atau intelektual. Orang dengan indeks prestasi tinggi, punya banyak gelar yang setinggi langit sekalipun tidak menjamin bahwa mereka pasti punya hikmat dalam hidupnya. Sahabat bisa membeli permata atau batu mulia lainnya yang paling indah kapan saja jika Sahabat punya uang yang cukup untuk itu. Sedangkan hikmat adalah sesuatu yang tidak dapat dibeli, tidak dapat dicari, tidak dapat dicuri, dan tidak akan lenyap. Itu sebabnya hikmat ini lebih berharga dari permata.
Daud adalah contoh orang yang penuh hikmat. Karena hikmatnya ini Daud mampu menjadi pemimpin yang benar-benar dikagumi oleh rakyatnya seperti tertulis, “… perkataan tuanku raja tentulah akan menenangkan hati, sebab seperti malaikat Allah, demikianlah tuanku raja, yang dapat membeda-bedakan apa yang baik dan jahat. Dan TUHAN, Allahmu, kiranya menyertai tuanku.” (2 Samuel 14:17). Ingatlah! Sahabat, hikmat yang dimiliki Daud adalah buah dari persekutuannya yang karib dengan Tuhan dan ketekunannya dalam merenungkan firman Tuhan di sepanjang hidupnya, “Betapa kucintai Taurat-Mu! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan.” (Mazmur 119:97-99). Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. (pg)

Shaloom….Selamat pagi Pak Paul dan para Sahabat pendukung Kristus…… Salam sehat , penuh sukacita di dalam Kristus.
Puji Tuhan ??, kabar baik , Tuhan masih memelihara kami ,dan kami msh bisa merenungkan sebagian dari Firman-Nya.
Terima kasih utk Renungan Firman Tuhan pagi ini yg mengingatkan bahwa hikmat itu sangat penting , bahkan lebih berharga dari pada permata.
Mari kita belajar dari Raja Daud yang penuh hikmat , dan hikmat itu bisa diperoleh jika kita memiliki hubungan yang dekat dan karib dengan Tuhan dengan selalu mentaati akan Firman Allah…Immanuel.
Tuhan Yesus Memberkati kita….Selamat beraktivitas dengan hikmat Tuhan.???