DESALINISASI

Saudaraku, Elon Musk dalam pidatonya di konferensi World Water Forum di Bali pada 20 Mei 2024 mengatakan: “Sekitar 70 persen permukaan bumi adalah air. Secara teknis, kalau ada alien atau makhluk angkasa luar yang datang ke sini, mereka akan menyebut kita air karena 70 persennya adalah air. Artinya ada potensi penyelesaian masalah air,” ujarnya. “Mayoritas air yang ada di permukaan bumi adalah air laut.  Oleh karena itu, diperlukan pengembangan teknologi desalinasi atau proses menghilangkan kelebihan kandungan garam pada air laut menjadi air bersih (air tawar), yang dapat dikonsumsi masyarakat, namun selama ini dianggap sebagai proses yang boros energi dan mahal. Perkembangan teknologi ini perlu dibarengi dengan pembiayaan yang murah, efisiensi tinggi, dan sistem distribusi air sehingga menjangkau masyarakat. Untuk itu diperlukan pembangkit listrik tenaga surya yang berpotensi menyediakan energi baru terbarukan yang lebih murah dan efektif untuk proses desalinasi air laut.” Memang melihat Indonesia yang merupakan negara kepulauan dan dikelilingi lautan potensi sumber air memang banyak melimpah, namun bagaimana cara air laut ini diolah menjadi air tawar yang dapat diminum. Proses desalinisasi banyak ditawarkan oleh berbagai perusahaan yang bergerak di bidang pengolahan air atau water treatment plant (WTP), banyak yang bilang bisa dan mampu, kenyataannya hanya kurang dari 5 perusahaan WTP di dunia yang bisa melakukannya, karena lainnya hanya sebatas teori, riset dan belum diaplikasikan dalam skala yang besar. Saudaraku, contohnya negara Singapura, selama ini mengimpor sekitar 30% kebutuhan air tawar dari negeri Johor Malaysia. Kebutuhan air tawar lainnya dipenuhi melalui minimal 2 kilang WTP desalinasi air laut, juga ada proses ultrafiltration pengolahan terhadap air sungai dan air limbah buangan rumah tangga, semuanya diolah dengan teknologi paling canggih dan ada puluhan patennya, hasilnya ya air bersih yang bisa dinikmati segenap penduduk Singapura, bahkan limbah buangan ada yang bisa diolah lebih lanjut menjadi pupuk tanaman, dan ini sudah berlangsung minimal sejak tahun 2015. Juga di negara-negara di kawasan Timur Tengah yang mayoritas padang pasir, jelas cadangan air tanah dan air permukaan tidak mencukupi karena cuaca yang sangat panas. Seluruh negara yang ada di kawasan itu memanfaatkan air laut untuk didesalinisasi, diolah dengan teknologi reverse osmosis dan desalinasi termal: MED, TVC, MVC, MSF, bingung kan akan istilah-istilah ini, pokoknya air laut menjadi air tawar yang cita rasanya tidak dapat dibedakan lagi dengan air yang berasal mata air pegunungan.  Kilang desalinisasi membutuhkan lahan yang luas 5-10 hektare, mesti ada di tepi laut, ada pipa akses menyedot air laut yang cukup bersih – jadi pipa menjorok jauh ke tengah laut, dan mesti ada pipa pembuangan limbah kotoran air laut yang juga menjorok jauh ke tengah laut. Jadi secara umum tidak bisa menyedot air laut yang keruh untuk diolah, sebab air keruh mesti dijernihkan dulu. Air laut dimasukkan ke kilang-kilang penampungan awal dan kemudian masuk ke mesin-mesin pengolahan, dan air bersih ditampung di kilang-kilang air bersih, sedangkan limbah air kotor yang juga sudah diolah disalurkan kembali ke tengah laut, sehingga ikan-ikan dan ekosistem laut tetap hidup.  Di Indonesia setidaknya PLN sudah memiliki pembangkit listrik yang didinginkan dengan air laut yang sudah didesalinisasi, yakni di Suralaya dan Rembang, dan yang di Rembang ini air tawar selebihnya digunakan untuk air minum. Jadi apa yang dipidatokan oleh Elon Musk di konferensi World Water Forum di Bali memang benar adanya, dan dapat diterapkan sebagai solusi untuk mengatasi kekurangan air di Indonesia. Memang 70 persen permukaan bumi yang diciptakan Tuhan adalah air, namun manusia tidak menggunakan dan mengolahnya dengan hati-hati bahkan cenderung merusaknya, ditambah lagi dengan perubahan cuaca yang menyebabkan suhu bumi meningkat, mengakibatkan terjadinya kekeringan di berbagai tempat.  Saudaraku, perhatikanlah Firman Tuhan  berikut: Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: “Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, …” (Kejadian 1:28). Tuhan menghendaki manusia bukan sekadar menaklukkan segala binatang dan merambah bumi, tapi dapat menaklukkan berbagai kendala yang berpotensi merusak bumi agar bumi tetap nyaman untuk dihuni umat manusia. Selanjutnya Firman Tuhan di Amsal 25:2 menyebutkan: “Kemuliaan Allah ialah merahasiakan sesuatu, tetapi kemuliaan raja-raja ialah menyelidiki sesuatu.” Maksudnya jelas agar raja-raja atau pemerintahan dapat melakukan riset untuk mendapatkan hal-hal yang semakin baik dan berguna bagi rakyatnya.  Jika di masa lalu potensi air laut yang asin tidak dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan air minum, ternyata melalui berbagai riset akhirnya didapatkan teknologi desalinisasi.  Proses desalinisasi saat ini memang masih mahal karena memerlukan tenaga listrik yang besar, namun Tuhan juga menciptakan matahari yang sinarnya dapat dimanfaatkan untuk pembangkit tenaga listrik. Jadi Tuhan sudah menyediakan sumber daya, hanya umat manusialah yang mesti mengolah sumber daya tersebut dan dapat dimanfaatkan. Saudaraku, Indonesia saat ini membutuhkan tenaga-tenaga ahli yang bisa berpikir lebih jauh untuk mengolah sumber daya menjadi hal-hal yang bermanfaat dan tidak merusak lingkungan. (Surhert).

Idols in People’s Lives

HUJAN. Sahabat, hujan sangat dibutuhkan oleh setiap orang. Jika bumi tidak disirami hujan maka bumi akan mengalami kekeringan. Tumbuhan dan ternak akan mengalami kematian, sehingga banyak petani mengalami gagal panen. Masalahnya siapakah pemberi hujan itu?  Kita di Indonesia memang hanya mengenal dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Akan tetapi di Israel dan di kebanyakan negara beriklim sub tropis, terdapat empat musim yaitu musim semi, musim panas, musim gugur, dan musim dingin. Pada musim semi, tentunya tanaman mulai bersemi dan biasanya banyak hujan di musim semi, sedangkan memasuki musim panas, hujan biasanya akan mulai berkurang, serta suhu pun menjadi lebih panas daripada musim semi. Logikanya, banyak orang akan mengharapkan hujan di akhir musim semi sebagai persiapan untuk memasuki musim panas. Masalahnya kepada siapa kita meminta hujan tersebut? Firman Tuhan jelas berkata bahwa kita seharusnya meminta hujan kepada Tuhan, dan memang seharusnya hanya kepada Tuhan. Mengapa demikian? Tentunya karena Tuhan sendirilah yang menciptakan alam semesta beserta isinya (Kejadian 1:1-31). Jika Tuhan adalah pencipta alam semesta, maka Ia juga berkuasa penuh atas alam semesta, termasuk dengan iklim dan musim.  Tuhan bisa menurunkan kemarau berkepanjangan hingga tiga tahun tidak turun hujan (Yakobus 5:17, 1Raja-raja 18:1), tetapi Tuhan juga bisa menurunkan hujan deras untuk mengakhiri kemarau tersebut (1Raja-raja 18:45). Terlebih lagi, Tuhan juga sanggup menurunkan hujan selama 40 hari dan 40 malam sehingga air memenuhi bumi dan membinasakan segenap makhluk hidup kecuali yang ada di bahtera Nuh (Kejadian 7:12). Tuhan menjanjikan hujan lebat kepada setiap orang yang meminta kepadanya.  Tuhan melarang kita untuk meminta hujan selain kepada-Nya.  Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Zakharia dengan topik: “Idols in People’s Lives (Berhala dalam Kehidupan Umat)”. Bacaan Sabda diambil dari Zakharia 10:1-2. Sahabat, Tuhan kita adalah Allah yang kudus, sehingga ketika umat terus tidak taat, maka Tuhan pasti akan menjatuhkan hukuman (Keluaran 34:7). Apalagi jika dosa menyembah berhala, maka hukumannya bertambah berat.Ayat pertama dimulai dengan seruan kepada umat untuk meminta hujan kepada Tuhan. Pasalnya, Tuhanlah yang membuat awan-awan pembawa hujan deras (Ayat 1). Tuhan juga yang memberikan kekeringan sebagai hukuman bagi umat yang melanggar perjanjian-Nya. Musa sudah memperingatkan hal itu seperti tertulis dalam Imamat 26:19 dan Ulangan 28:23. Secara tersirat, Tuhan meminta umat-Nya untuk bertobat serta meminta pengampunan-Nya. Jika mereka berbalik kepada Tuhan, Ia akan menurunkan hujan lebat dan tumbuh-tumbuhan pun akan tumbuh kembali di padang (Ayat 1b).Sahabat, penyebab murka dan hukuman Tuhan terlihat pada ayat kedua. Di situ ditunjukkan bahwa umat sudah menyembah terafim, yaitu patung berhala rumah (Kejadian 31:19). Mereka juga datang kepada juru-juru tenung untuk mendapatkan penglihatan dan mimpi. Padahal, itu merupakan kekejian bagi Tuhan (Ulangan 18:10-12). Oleh sebab itulah, Dia menghukum umat-Nya dengan memberikan kekeringan sehingga mereka tercerai-berai seperti domba yang tidak bergembala.Salah satu dosa yang sangat dibenci Tuhan adalah penyembahan berhala. Alasannya, TUHAN Allah kita adalah Allah yang cemburu (Keluaran 20:5). Oleh sebab itu, Tuhan akan menghukum dengan berat umat yang menyembah berhala. Dia bahkan akan membalaskan sampai kepada keturunan yang ketiga dan keempat (Keluaran  20:5). Namun, Tuhan Allah kita juga penyayang dan pengasih. Dia akan mengampuni pelanggaran, kesalahan, dan dosa (Keluaran 34:6) ketika umat bertobat.Sahabat, mari kita meneduhkan diri: “Apakah masih ada berhala dalam kehidupan kita?” Berhala itu bisa saja berwujud kekuasaan, karier, harta, hobi dan lain-lain.  Jika masih ada, mari segera bertobat. Penyembahan berhala adalah suatu kekejian di hadapan Tuhan. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah! Berdasarkan hasil perenungan kita dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini: Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu? Apa yang Sahabat pahami tentang berhala pada zaman ini? Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Jangan ada berhala dalam bentuk apa pun diantara kita. (pg)

V I N A

Saudaraku, nama lengkapnya Revina Dewi Arsita, gadis Cirebon kelahiran Januari 2000 dan meninggal di usia 16 tahun pada Agustus 2016. Vina meninggal bersama pacarnya Eki, jenasah keduanya diketemukan di jembatan layang Majasem kota Cirebon. Pihak keluarga Vina menerima kabar kematian pada esok harinya dan disebutkan karena kecelakaan tunggal lalu lintas.  Dari hasil forensik pemeriksaan jenazah pihak pemeriksa menemukan penyebab kematian Vina dan Eki bukan karena kecelakaan biasa, namun ada kekerasan penganiayaan dan kekerasan seksual. Kemudian polisi menindaklanjuti temuan ini dan berhasil mengamankan 8 orang ternyata anggota geng motor dan 3 orang lainnya raib entah kemana hingga hari ini. Kisah pembunuhan ini terjadi 8 tahun lalu, dan kita hanya mendengar kabar ke-8 orang anggota geng motor sudah mendapatkan hukuman, sedangkan 3 orang yang raib tidak diketahui. Peristiwanya sepertinya sudah senyap dan dilupakan orang, hingga ada produsen film yang membuat film berjudul Vina: Sebelum 7 Hari, dan ramai dipublikasikan dengan embel-embel kisah nyata dan disajikan dengan tampilan genre horor, bahkan ada publikasi melalu Youtube dalam beberapa tayangan. Jadilah kisah kriminal ini diperhatikan konsumen zaman now, dan bahkan hingga hari ke-6 pemutaran film di puluhan bioskop di berbagai kota sudah ditonton 2,5 juta orang yang membayar karcis bioskop. Nah ini, jika rata-rata karcis bioskop termurah Rp 60.000 per orang, 2,5 juta penonton dalam 6 hari, berarti sudah mendapatkan uang pemasukan sebesar Rp 150.000.000.000 (Seratus lima puluh miliar) Umumnya produsen film mendapat bagian sekitar 40% dari harga karcis, karena bioskop mesti membayar pajak tontonan, income bagi pemilik gedung bioskop, biaya promosi dan lainnya, jadi kira-kira pembuat film sudah mendapatkan income sekitar Rp 60 miliar dalam 6 hari tayang.  Saudaraku, kita baca Alkitab dan tidak ada cerita arwah korban pembunuhan yang menjadi hantu. Ketika Kain membunuh Habil adiknya, Tuhan menegur Kain: “Apakah yang telah kauperbuat ini? Darah adikmu itu berteriak kepada-Ku dari tanah.” (Kejadian 4:10). Juga ketika Raja Saul pada malam sebelum terbunuh di medan perang, dia begitu ketakutan dan ingin berjumpa kembali dengan Nabi Samuel yang sudah meninggal puluhan tahun sebelumnya. Dia pergi menemui seorang dukun yang bisa memanggil arwah Samuel, dan penampakan Samuel ini berkata kepada Saul: “Mengapa engkau mengganggu aku dengan memanggil aku muncul?” (1Samuel 28:15). Lebih jauh lagi kalau kita menyelisik kisah Raja Daud yang menghamili Batsyeba (2 Samauel 11:5) yang masih berstatus istri dari Uria, salah seorang pahlawan yang sedang maju berperang. Daud menyuruh panglima Yoab panglima untuk menempatkan Uria di posisi yang paling sengit hingga Uria terbunuh, Daud membunuh Uria melalui tangan orang lain. Nyatanya Daud tenang-tenang saja tidak ada gangguan dari arwah Uria, bahkan bisa menikah resmi dengan Batsyeba setelah masa perkabungan 7-30 hari berakhir.  Daud memboyong Batsyeba ke istana, tetap tidak ada gangguan arwah dari Uria, bahkan Daud bisa tidur dengan tenang tanpa mimpi-mimpi buruk, hingga kelahiran anak hasil hubungan gelap ini yang sudah dilegalkan karena Batsyeba berstatus sebagai istri Daud. Tuhan mengutus Nabi Natan untuk menegur Daud, dan Tuhan menulahi anak pertama Batsyeba ini hingga meninggal. Dalam pengakuan Daud di Mazmur 51 dia mengakui dosa-dosa ini, namun tidak dituliskan bahwa dia tidak bisa tidur karena didatangi arwah orang yang dibunuhnya. Saudarku, jadi jelaslah bahwa arwah orang mati tidak bisa dipanggil, atau datangnya tidak dengan dijemput dan pulangnya tidak diantar, itu semua hanya rekayasa cerita horor di film supaya laris ditonton orang. Tuhan Yesus menceriterakan tentang Lazarus si miskin dan orang kaya yang jahat, dan Yesus menyebutkan bahwa Abraham mengatakan: “Selain dari pada itu di antara kami dan engkau terbentang jurang yang tak terseberangi, supaya mereka yang mau pergi dari sini kepadamu ataupun mereka yang mau datang dari situ kepada kami tidak dapat menyeberang.”  (Lukas 16:26). Jadi jelaslah antara dunia orang mati dan orang hidup ada terbentang jurang yang tidak dapat diseberangi, jadi arwah maupun orang hidup tidak bisa lalu lalang pergi ke alam lainnya. Nah kalau Saudara sering ketakutan, sepertinya melihat hantu atau diganggu hantu, ini sebenarnya masalah kejiwaan yang disebut “Phasmopobia” yakni rasa takut yang berlebihan terhadap hantu, menyebabkan kecemasan dan serangan panik yang melumpuhkan pengidapnya setiap kali terpapar dengan hantu, yang timbul sebagai halusinasi karena sering melihat film-film yang  menakutkan, maupun akibat dan pengaruh budaya atau agama lain yang berhubungan dengan supranatural. Perhatikan perkataan Rasul Paulus ini: “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban. … dan yang sekarang dinyatakan oleh kedatangan Juruselamat kita Yesus Kristus, yang oleh Injil telah mematahkan kuasa maut dan mendatangkan hidup yang tidak dapat binasa. (2Timotius 1:7 dan 10). Saudaraku, yakinlah dan percayalah pada Firman Tuhan, bukan takut pada halusinasi! (Surhert).

MENCARI SANG ROTI

Saudaraku, manusia cenderung untuk mencari dan mengikuti orang yang bisa memenuhi kebutuhannya.  Mereka menjadikan orang itu sebagai obyek yang dianggap mampu memenuhi kekurangannya. Yesus pernah mengalami hal yang sama, yaitu diikuti karena bisa memberi sesuatu.  Mari renungkan Yohanes 6: 22-29. Yesus menjadi magnet baru di kehidupan orang Yahudi pada saat itu karena kemampuannya menggandakan roti dan ikan sehingga bisa dimakan limaribu orang lebih dan tersisa banyak.  Siapa yang tidak takjub?  Di zaman orang sulit mencari makan, ada Seseorang yang bisa menggandakan makanan.  Magnet inilah yang membuat Yesus menjadi idola baru yang diburu oleh para rakyat.  Mereka mengejar Yesus kemanapun Yesus pergi atau tempat perkiraan tujuan Yesus.  Tujuan mereka jelas: mereka mencari roti gratis dari Yesus. Mereka menginginkan Yesus menggandakan roti lagi untuk mereka.   Namun Yesus tidak menuruti keinginan orang banyak itu walau sebenarnya itu adalah kesempatan bagi Yesus untuk menginjili mereka.  Yesus justru menjabarkan bahwa mereka harus percaya kepada Dia yang diutus oleh Allah.  Bukan roti yang biasanya, namun Roti Kehidupan. Yesus memang melakukan mukjizat namun misi kedatangan Yesus bukan pada mukjizat fisik. Fokus Yesus adalah memperkenalkan Kerajaan Allah di muka bumi ini.  Maka Yesus menekankan bahwa orang yang mencari-Nya harus menemukan ROTI KEHIDUPAN  yaitu YESUS sendiri.   Saat pikiran hanya tertuju kepada roti fisik, maka mereka akan lekas merasa lapar.  Roti fisik tidak akan pernah memuaskan manusia karena manusia adalah makhluk yang tak pernah puas.  Yesus mengarahkan untuk manusia mengenal-Nya karena Ia akan memberikan kepuasan sejati yang membuat mereka tidak lagi serakah dan jatuh dalam pencobaan (Yakobus 1:14).   Keinginan seringkali menjadi raja dalam kehidupan manusia dan mengendalikan kehidupannya.  Namun keinginan manusia bersifat sementara dan tidak terpuaskan.  Maka manusia perlu belajar untuk menguasai keinginannya dan Yesus adalah sumber kehidupan yang membuat manusia tidak lagi dikuasai oleh keinginannya sendiri.  Manusia diarahkan untuk hidup dalam kehendak Allah.   Mencari “roti” seringkali menjadi alasan seseorang mengikut Kristus.  Ada sebuah ajaran yang dinamakan teologi kemakmuran atau teologi sukses yang lebih menekankan kepada bentuk kasih Allah kepada manusia adalah dengan memberi kemakmuran finansial dan kesehatan serta kesuksesan hidup dibandingkan dengan salib yang harus dipanggul oleh para pengikut Kristus.   Akibatnya berkat Allah hanya diukur dari kekayaan dan kesuksesan saja dan para penganut ajaran ini memandang Allah bagaikan tambang emas semata. Mereka terus haus untuk menambah “berkat” dan tidak akan pernah puas dengan kehidupan.  Apakah ini yang Dia kehendaki dari para pengikut-Nya?  Betapa sedihnya Dia yang dicari hanya karena roti dan bukan merindukan kehadiran pribadi-Nya.  Oleh karena itu mari lapar akan Yesus: menjalin relasi yang kuat, menikmati jalan kehidupan dalam tuntunan-Nya dan terus bertumbuh dalam Firman-Nya.   Saudaraku, CARILAH TUHAN maka kamu akan hidup … (Amos 5:6).  Saat manusia sungguh mencari Tuhan, maka Tuhan akan MEMBEBASKAN MANUSIA  dari belenggu keinginan yang tak terpuaskan.  Mari mencari Tuhan, bukan mencari berkat semata.  Selamat bertumbuh dewasa. (Ag)

PULIH LAHIR BATIN

Saudaraku, setiap orang sakit pasti ingin pulih dari sakitnya.  Alkitab mencatat bagaimana Yesus melakukan banyak mukjizat kesembuhan namun ternyata Yesus juga melakukan pemulihan spiritual kepada mereka yang disembuhkan-Nya.  Mari renungkan Yohanes 5:1-18.   Orang lumpuh itu masih berharap untuk sembuh walau ia sudah 38 tahun sakit.  Itulah alasan mengapa ia setia menunggu di tepi Kolam Bethesda.  Namun pertemuannya dengan Yesus menunjukkan bahwa ada yang lebih diperlukan orang itu dibandingkan dengan kesembuhan fisiknya, yaitu: Kebebasan dari pengharapan yang sempit. Air kolam Bethesda berkhasiat, itu yang dia dengar dan juga membentuk persepsinya tentang kolam itu.    Ia berpikir hanya air kolam yang digoyangkan malaikat  itu saja yang bisa menyembuhkannya, maka saat Yesus menawarkan kesembuhan sang orang lumpuh itu berkata, ”Tidak ada orang yang mengangkat aku ke kolam itu.” Tapi hari itu ia menyadari bahwa Tuhan menggoyangkan fokusnya dengan menunjukkan satu Pribadi yang bisa menyembuhkan.  Ia tidak diangkat masuk ke kolam Bethesda namun hanya diminta mengangkat tikar alas tidurnya oleh Yesus.  Ia tidak disembuhkan oleh “malaikat” yang mengguncangkan air kolam tetapi oleh Yesus.    Memahami kebutuhan yang lebih penting dari kesembuhan fisik.   Pesan Yesus kepada orang itu adalah tidak melakukan dosa lagi supaya tidak terjadi yang lebih buruk.  Berharap kepada malaikat yang mengguncangkan kolam adalah hal yang keliru dan pemahaman ini diluruskan oleh Yesus maka Yesus menginginkan orang itu mengubah fokus kehidupannya kepada Tuhan dan itu lebih dari kesembuhan fisik.  Dengan fokus kehidupan yang benar, orang itu akan mampu berjalan dalam kebenaran walaupun sekelilingnya mengarah kepada yang tak benar. Inilah pemulihan yang sejati. Yesus menyampaikan secara tidak langsung bahwa Dialah Sang Sumber Kesembuhan kepada orang itu.  Orang yang sudah disembuhkan itu diminta untuk hidup dalam kebenaran agar tidak terjadi yang lebih buruk lagi padanya. MUKJIZAT TERBESAR adalah saat Allah turun menjadi manusia, menderita, mati dan bangkit untuk menyelamatkan manusia dari cengkeraman dosa.  Kepada Allah yang melakukan kedahsyatan pekerjaan inilah, manusia diajak oleh Allah sendiri untuk mengarahkan fokus hidup hanya kepada-Nya.   Saudaraku, Allah mampu bekerja melampaui perkiraan manusia karena Allah dapat melakukan jauh lebih banyak dari yang dapat kita minta atau pikirkan (Efesus 3:20), maka manusia perlu untuk membuka diri pada pekerjaan-Nya yang melampaui akal manusia.   Namun seringkali manusia malah terjebak dalam mukjizat seperti kesembuhan, pemenuhan kebutuhan atau jawaban doa seperti yang diharapkan dan bukan kepada Tuhan secara pribadi.  Ukuran kasih Tuhan hanya tergantung dari mukjizat yang dialami, bukan pada karya keselamatan yang dikerjakan-Nya.   Akibatnya kekecewaan melanda saat mukjizat tak dialami, saat jawaban doa tidak seperti yang diharapkan.  Mari belajar untuk mencari Kristus dengan benar dan memusatkan kehidupan kepada karya keselamatan yang dikerjakan-Nya.  MUIKJIZAT KESELAMATAN adalah MUKJIZAT TERBESAR, melampaui semua mujizat supranatural yang lain.  Selamat bertumbuh dewasa. (Ag)

God’s Mercy Replaces His Wrath

KEMURAHAN HATI. Sahabat, kemurahan hati merupakan sifat baik hati dan tidak egois, terutama dalam hal berbagi uang dan barang berharga lainnya dengan orang lain. Alkitab banyak berbicara tentang kemurahan hati sebagai sifat karakter yang diinginkan. Amsal 22:9 mengatakan: Orang yang murah hati akan diberkati, karena mereka membagi rezekinya dengan orang miskin. Tuhan itu murah hati, dan Dia mengharapkan kita untuk mengikuti teladan-Nya. Kemurahan hati Tuhan terlihat di sekitar kita. Tuhan menciptakan planet ini yang secara khusus cocok untuk menopang kita dan memenuhi kebutuhan serta kesenangan kita. Dia membekali kita dengan warna, cahaya, suara, udara, dan kemampuan untuk merasakan dan menikmati, mendengar dan menghargai, menyentuh dan merasa puas. Yang terpenting, Tuhan menunjukkan kemurahan hati-Nya ketika Dia mempersembahkan Putra-Nya sebagai kurban untuk menebus dosa kita. Menghadapi kemurahan hati seperti itu, kita hanya bisa berkata, Syukur kepada Tuhan atas anugerah-Nya yang tak terkatakan! (2 Korintus 9:15). Pemberian Yesus kepada umat manusia yang berdosa merupakan tindakan kemurahan hati yang paling utama. Sebagaimana kita telah diampuni, maka kita juga harus mengampuni (Efesus 4:32). Ketika kita melihat Tuhan bermurah hati, kita juga harus bermurah hati. Kemurahan hati dapat diwujudkan dalam banyak cara. Kita dapat memberikan waktu kita, sumber daya materi kita, keramahtamahan kita, dan persahabatan kita. Alkitab mengajarkan prinsip umum bahwa orang yang murah hati akan mendapat perkenan Tuhan (Amsal 11:2426). Firman Tuhan dengan jelas menyatakan bahwa orang yang murah hati akan diingat dan diberi pahala, baik di dunia ini maupun di akhirat. Tuhan menantang kita untuk bermurah hati karena Dia ingin kita menerima berkat yang datang dari-Nya. Yesus berkata, Berilah, maka kamu akan diberi. Takaran yang baik, yang dipadatkan, digoncang, dan dituangkan ke atas, akan dicurahkan ke pangkuanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai, akan diukurkan kepadamu (Lukas 6:38). Janji ini mencerminkan kebenaran 2 Tawarikh 16:9 bahwa mata Tuhan menjelajah seluruh bumi untuk menguatkan mereka yang berserah diri sepenuhnya kepada-Nya. Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Zakharia dengan topik; Gods Mercy Replaces His Wrath (Kemurahan Hati Tuhan Menggantikan Murka-Nya). Bacaan Sabda diambil dari Zakharia 12:1-9. Sahabat, akhir Zakharia pasal ke-11 menunjukkan Tuhan murka kepada umat-Nya. Ia tidak lagi peduli jika mereka binasa. Namun, dalam bacaan kita pada hari ini, kita belajar bahwa murka Tuhan kemudian diganti oleh kemurahan-Nya (bdk. Mazmur 30:6). Bacaan kita pada hari ini menunjukkan kebaikan Tuhan. Walaupun Yerusalem telah dikepung, tetapi Tuhan akan membuat semua pengepungnya menjadi pening (Ayat 2). Yerusalem seolah seperti bejana yang berisi anggur. Banyak bangsa datang dan minum dari bejana sampai mabuk. Dengan begitu, mereka tidak mampu lagi menghancurkan Yerusalem. Sahabat, Yerusalem kemudian diumpamakan seperti batu yang besar. Siapa pun yang mencoba mengangkatnya akan luka parah (Ayat 3). Kuda-kuda yang menyerang Yerusalem sampai frustrasi, bahkan menjadi gila. Kaum Yehuda pun, akhirnya, memuji penduduk Yerusalem karena memiliki kekuatan dari Tuhan (Ayat 4-5). Bahkan, kaum-kaum di Yehuda digambarkan sebagai anglo berapi. Mereka menyambar ke kanan dan ke kiri dan menghabiskan segala bangsa di sekeliling. Akan tetapi, Yerusalem akan tetap berdiri tegak (Ayat 6). Semua ini menekankan betapa Tuhan akan membuat Yerusalem tidak terkalahkan. Tuhan akan memberikan kemenangan kepada kemah-kemah Yehuda. Dengan begitu, keluarga Daud dan penduduk Yerusalem tidak merasa sombong (Ayat 7). Selanjutnya, Tuhan akan melindungi Yerusalem. Caranya dengan membuat warganya yang paling lemah menjadi sehebat Daud (Ayat 8). Keluarga Daud sendiri akan menjadi seperti Malaikat Tuhan yang memimpin mereka. Itu menggambarkan betapa hebatnya mereka. Itu seolah ingin menekankan bahwa Yerusalem tidak mungkin kalah. Segala bangsa yang mencoba menyerang Yerusalem akan dipunahkan (Ayat 9). Sahabat, jika karena ketidaktaatan Tuhan menyatakan murka-Nya dan mendisiplin kita, maka jangan putus asa. Tuhan adalah Allah yang murka-Nya cepat berganti menjadi anugerah jika kita mau bertobat. Oleh karena itu, marilah bertobat. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah! Berdasarkan hasil perenunganmu dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu?2. Apa yang Sahabat pahami tentang bermurah hati? Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Semoga kita dimampukan oleh Tuhan untuk melihat kemurahan-Nya yang jauh melampaui murka-Nya. (pg).

Become God’s People

GEREJA SEBAGAI UMAT ALLAH. Sahabatku, dalam ajaran Kristen, terdapat konsep gereja sebagai umat Allah. Ini merupakan konsep yang berkaitan dengan cara hidup jemaat yang mula-mula yang tercatat dalam Alkitab. Mengenai gereja, Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) mengartikannya sebagai rumah tempat berdoa dan melakukan upacara agama Kristen. Namun dalam bahasa Yunani, gereja juga diartikan sebagai ekklesia dan kuriake. Ekklesia adalah orang-orang yang Tuhan panggil keluar dari dunia untuk menjadi saksi-Nya. Sedangkan kuriake merupakan orang-orang yang dipanggil untuk menjadi milik Kristus dan memuliakan nama-Nya. Hal ini seperti dijelaskan dalam buku “Gereja yang Bertumbuh dan Berkembang” tulisan Timotius Sukarman (2021) Gereja dapat dikenali dengan dua ciri: Pertama, kumpulan orang percaya sebagai hamba yang melayani untuk memuliakan Allah. Kedua, kumpulan orang percaya yang selalu dipelihara Tuhan melalui pelayanan firman, sakramen, dan kuasa Roh Kudus yang sudah dijanjikan-Nya. Konsep gereja sebagai umat Allah menekankan bahwa gereja bukan organisasi manusiawi, namun merupakan perwujudan karya Allah yang konkret. Dengan kata lain, arti gereja sebagai umat Allah, yaitu gereja bukan merupakan organisasi, namun keluarga dari orang-orang yang dipanggil oleh Sabda Allah. Anggota gereja dikumpulkan bersama-sama menjadi umat Allah dan kemudian menjadi Tubuh Kristus dan hidup dari Tubuh Kristus. Gereja sebagai umat Allah juga mengacu pada persamaan setiap anggota gereja, di mana semua anggota gereja memiliki kesejajaran dan persamaan status yang fundamental. Tidak ada kelas atau golongan tertentu dalam lingkup persekutuan anggota jemaat karena semuanya adalah orang terpilih, orang kudus, murid, dan saudara seiman. Keberadaan gereja sebagai umat Allah bukan tanpa alasan, persaudaraan tersebut bertujuan untuk menjadi saksi sebagai persekutuan religius melalui kegiatan keagamaan. Misalnya, peribadatan, pewartaan, hingga menjadi garam dan terang bagi kehidupan sekitar (Kisah Para Rasul 2:41-47). Hari ini kita akan melanjutkan belajar dari kitab Zakharia dengan topik: Become Gods People (Menjadi Umat Milik Allah). Bacaan Sabda diambil dari Zakharia 9:1-8. Sahabat, dalam nubuatnya Zakharia menegaskan bahwa semua bangsa adalah milik Allah (Ayat 1). Allah berkuasa dan berdaulat terhadap semua bangsa di dunia. Sekali lagi karena mereka semua adalah kepunyaan-Nya. Pada masa itu bangsa-bangsa mempunyai dan menyembah dewanya sendiri, namun sesungguhnya semua bangsa itu adalah milik Allah. Karena itu, Allah memiliki wewenang mutlak untuk melakukan apa yang Dia anggap baik. Allah akan memiskinkan Tirus dan menghabiskannya dengan api (Ayat 4). Kota-kota Filistin seperti Askelon, Ekron, Gaza, dan Asdod juga akan merasakan hukuman Allah. Allah juga akan melenyapkan persembahan korban orang Filistin (Ayat 7). Meskipun mereka tidak mengakui Allah, namun pada akhirnya mereka akan menjadi milik Allah sendiri. Mereka akan dianggap kaum Yehuda dan orang Ekron digambarkan seperti orang Yebus (Ayat 7). Sahabat, inilah kabar baik nubuat ini mereka semua menjadi milik Allah. Ungkapan “seperti suatu kaum di Yehuda” dan “orang Ekron seperti orang Yebus” memperlihatkan betapa Allah juga mengasihi bangsa lain. Di dalam penghukuman karena telah bertindak melawan Allah, menyembah allah lain dan menindas umat pilihan Allah, ada anugerah yang disediakan Allah. Orang Yebus pada masa Yosua diperbolehkan tinggal di tengah kaum Yehuda di Yerusalem, bukan sebagai orang yang ditaklukkan, melainkan sebagai orang yang sederajat (Yosua 15:63). Dalam nubuat ini jelaslah, Allah tidak bersikap sewenang-wenang. Dia murah hati. Di balik hukuman yang disiapkan-Nya, Allah memberikan anugerah-Nya. Allah memberi kesempatan bagi bangsa lain menjadi umat milik-Nya. Sahabat, jika Allah ingin setiap orang menjadi milik-Nya, maka orang percaya pun harus bertindak demikian. Pekabaran Injil harus dilakukan dengan penuh ketulusan. Jangan sampai cara Pekabaran Injil malah membuat orang tidak merasakan kasih Kristus. Haleluya! Tuhan itu baik. Bersyukurlah. Berdasarkan hasil perenungan dari bacaan kita pada hari ini, jawablah beberapa pertanyaan berikut ini:1. Pesan apa yang Sahabat peroleh dari hasil perenunganmu?2. Apa yang Sahabat pahami tentang gereja? Selamat sejenak merenung. Simpan dalam-dalam di hati: Marilah kita taat kepada Tuhan bukan karena takut hukuman melainkan karena kita mengasihi-Nya. (pg).