CERITAKANKANLAH PERBUATAN TUHAN YANG AJAIB

Selamat jumpa para pendukung Kristus, apa kabar? Mari kita syukuri akhir pekan pada hari ini yang Tuhan sediakan bagi kita. Semoga hari ini  hati kita benar-benar meluap dengan syukur karena kita merasakan pertolongan dan pemeliharaan Tuhan dalam sepanjang hidup. Di akhir pekan ini saya mengajak pembaca RH ini untuk bersukacita dan bersukaria karena Tuhan. Saya mengajak pembaca untuk sejenak menyimak kehidupan Daud. Sungguh luar biasa, di sepanjang hidupnya,  Daud senantiasa merasakan dan mengalami penggenapan janji-janji Tuhan.  Bukan hanya berkat jasmani yang dirasakan, tapi berkat-berkat rohani juga Tuhan limpahkan dalam kehidupannya sehingga ia berkata,  “…aku mau bersukacita dan bersukaria karena Engkau, bermazmur bagi nama-Mu, ya Mahatinggi,”  (Mazmur 9:3). Maka kita tidak perlu heran, ketika Daud berkata,  “Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah.”  (Mazmur 23:5).  Hidangan berbicara tentang berkat-berkat jasmani.   Sedangkan urapan berbicara tentang berkat rohani.  Urapan adalah tanda penyertaan, perlindungan, dan penjagaan dari Tuhan.  Adapun  piala berbicara tentang suatu kemenangan, kebesaran dan kejayaan.  Karena itu, sekalipun  harus diperhadapkan dengan berbagai masalah dan besarnya tantangan, Daud sangat percaya bahwa ia tidak menghadapinya seorang diri, ada Tuhan yang selalu menyertai dan berada di pihaknya.  Ketika berhadapan dengan Goliat, raksasa Filistin yang  “Tingginya enam hasta sejengkal.”  (1 Samuel 17:4), lengkap dengan  “Ketopong tembaga ada di kepalanya, dan ia memakai baju zirah yang bersisik; berat baju zirah ini lima ribu syikal tembaga.”  (1 Samuel 17:5), Daud tidak gentar dan tawar hati.  Secara akal manusia Goliat bukanlah lawan yang sepadan, namun Daud percaya jika Tuhan beserta,  maka tidak ada perkara yang mustahil.  “Engkau mendatangi aku dengan pedang dan tombak dan lembing, tetapi aku mendatangi engkau dengan nama TUHAN semesta alam…Hari ini juga TUHAN akan menyerahkan engkau ke dalam tanganku dan aku akan mengalahkan engkau dan memenggal kepalamu dari tubuhmu;” (1 Samuel 17:45-46).  Daud begitu yakin dapat mengalahkan Goliat, bukan dengan kehebatan dan kekuatan manusia, tapi dengan nama Tuhan.  Daud menggunakan bahasa iman! Pengalaman hidup Daud bercerita bahwa  Tuhan benar-benar memelihara hidupnya, sehingga ia dapat berkata,  “…tetapi tidak pernah kulihat orang benar ditinggalkan, atau anak cucunya meminta-minta roti;”  (Mazmur 37:25). Karena itu, mari bersama dengan Daud, kita ikrarkan kerinduan kita, “Aku mau bersyukur kepada TUHAN dengan segenap hatiku, aku mau menceritakan segala perbuatan-Mu yang ajaib;”  (Mazmur 9:2). GBU & Fam. Enjoy your weekend. (pg)

Saya Senang di Christopherus

Suatu kali teman-teman yang sering berkumpul di tempat bapak Agus Suwantoro, jalan dr. Cipto 44 Pav. datang dan mengajak saya untuk bergabung mendirikan yayasan. Anggota persekutuan ini dari beberapa gereja antara lain dari: GKMI, GIA dan GKI; yang saya ingat yang darang antara lain: Adi Sutjipta; alm. Tan Kiem Gwan dan Agus Suwantoro. Waktu itu saya belum bersedia karena belum terbiasa dengan organisasi, saya hanya berjanji untuk mendukung walaupun bukan sebagai pengurus. Ternyata yayasan yang dimaksud adalah Christopherus. Setelah cukup lama saya mengikuti pelayanannya, lama-lama saya jatuh hati, bahkan pernah menjadi pengurus, sampai sekarang saya masih aktif di dalam kegiatannya. Pada awalnya Yayasan Christopherus sangat kecil; kantor dan tempat tinggal fulltimer-nya kontrak rumah papan separuh tembok di jalan Pringggading Dalam 2 (belakang restoran Pringgading). Saya setia mengikuti persekutuan doanya di tempat itu setiap Kamis pagi pukul 06.00 dan masih mengikuti sampai sekarang. Di samping saya mendukung pelayanan Christopherus dengan doa, juga saya sendiri banyak diberkati melalui Firman Tuhan dan sharing yang berlangsung. Waktu Christopherus mendirikan band, dengan senang hati saya dan keluarga bapak Nadi dan ibu Lena (Kecap Lombok waktu itu) menyediakan konsumsi dan tempat untuk berlatih; di jalan dr. Cipto 229 dan jalan Imam Bonjol Semarang. Kalau Band Christopherus ada pelayanan ke luar kota saya meminjamkan kendaraan dan saudara. Andreas Kristianto yang mengemudikannya. Pada waktu itu saudara Kristianto anggota jemaat Gereja Bethel Tabernakel Kudus; tertarik lewat pelayanan ini akhirnya ia terpanggil menjadi hamba Tuhan dan diusahakan mendapat beasiswa untuk bisa kuliah di STT Abdiel sampai lulus. Puji Tuhan! Saya senang di Christopherus bukan karena eksekutifnya, Andreas Christanday adalah adik saya, tetapi karena sifatnya yang interdenominasi, tidak mendirikan gereja tetapi berafiliasi dengan gereja-gereja; sungguh sangat indah dan saling memperkaya. Sejak berdirinya sampai sekarang pengurusnya dari berbagai gereja, banyak anggota tapi satu tubuh Kristus. Kerukunan dan kesatuan di Yayasan Christopherus yang saya senangi. Harapan saya Christopherus tetap pada visi dan misinya serta sifatnya interdenominasi dan tidak akan berubah menjadi gereja. Harapan lainnya adalah terus berkembang dan menjadi alat kemuliaan bagi Nama Tuhan Yesus Kristus. Amin ! Semarang, 20 Maret 2007 Yonathan Christano (Sudah terlibat dalam pelayanan dan kepengurusan Yayasan Christopherus sejak awal sampai sekarang) Catatan: Kesaksian ini disampaikan dalam Perayaan HUT ke-35 Yayasan Christopherus pada tahun 2007.

Iman = Dari Yang Tidak Ada Menjadi Ada

Saya mulai bergabung dan bekerjasama dengan Christopherus sejak tahun 1974, saat itu masih berkantor di jalan Pringgading Dalam 2 Semarang. hingga sekarang. Pada tahun delapan puluhan Christopherus selalu mendapat jadwal di berbagai gereja, khususnya di GGKMI pada setiap Minggu ketiga. Di suatu hari Minggu di tahun 1981,  saya mendapat tugas menyampaikan Firman Tuhan di Jepara, dalam persekutuan para medis yang dikoordinir oleh dr. Pariyani. Saya diantar oleh seorang pengusaha tetapi sangat aktif di Christopherus, bapak Adi Sutjipta, yang sekarang sudah menjadi pendeta. Beliau yang menghantar saya dan ikut mendengarkan Firman Tuhan yang saya sampaikan. Dalam perjalanan pulang menuju Semarang, beliau menyatakan: terkena Firman Tuhan dan tergerak untuk membantu Gereja yang saya layani, waktu itu kami masih kontrak rumah kecil di jalan Wonodri Krajan 687, supaya tidak terus kontrak. Demikianlah akhirnya kami mendapat sebidang tanah di jalan Wonodri Kebon Dalam ! A yang selanjutnya dapat dibangun gedung gereja yang mungil sekarang ini. Gedung tersebut dibangun tanpa kami menggalang dana dengan menjalankan les. Tetapi Tuhan menggerakkan orang-orang untuk menjadi donatur. Jadi GPSI di jalan Wonodri Kebon dalem 1A itu merupakan saksi bisu bahwa Firman Tuhan adalah Firman Pencipta yang menjadikan dari yang tidak ada menjadi ada “Firman itu telah kami dengar, telah kami lihat, dan telah kami saksikan serta telah kami raba dengan tangan kami” (1Yoh. 1:1). Itulah salah satu kesaksian dan pengalaman saya di Christopherus. Kesan: Salah satu kesan mendalam yang tak terlupakan adalah pada satu ketika di tahun 1979 dengan peralatan yang sederhana kami, satu tim melawat ke kota Salatiga di STM Kristen. Bapak Lawalata dengan dua potong bambu (15 cm) di antara jari-jemarinya memuji Tuhan dengan bunyi yang uniek, telah menarik perhatian dan menjadi berkat. Ternyata dengan mengumpulkan orang-­orang dari berbagai denominasi dengan potensi dan peralatan yang sederhana, Christopherus sudah menjadi berkat di mana-mana. Karena kasih yang mula-mula yang membara di sanubari, dikobarkan oleh Roh Kudus menggairahkan kami. Pesan: Kini Christopherus telah berkembang pesat, dengan fasilitas dan sarana yang jauh lebih memadai dan canggih. “bagikan biji sesawi, kini telah menjadi pohon” saya sangat bangga dan mengagumi kasih karunia Tuhan yang dianugerahkan kepada Christopherus. Pesan saya: Semoga Christopherus semakin maju dan berkembang; tetapi biarlah tetap kecil dalam arti setia dengan yang sederhana, biarlah segala kebanggaan, kehormatan dan puji-pujian dipersembahkan kepada Tuhan saja yang berhak dan yang layak menerimanya. Amin. Tuhan memberkati! (pg) Semarang, 20 Maret 2007 Pdt. Timotheus S. Sarpo (Sudah terlibat dalam pelayanan dan kepengurusan Yayasan Christopherus sejak 1974) Catatan:Kesaksian ini disampaikan dalam Perayaan HUT ke-35 Yayasan Christopherus pada tahun 2007.

MENUMBUHKAN POLA PIKIR LINTAS GEREJA DAN SUKU

Syukur kepada TUHAN Yesus Kristus yang telah memimpin jalannya Yayasan ini, sehingga bukan sekadar masih ada dalam kurun waktu 35 tahun, tapi terus berakar makin dalam dan bertumbuh, berbuah kedewasaan dalam memenuhi panggilan-Nya di tengah masyarakat yang terus berkembang dan berubah . Saya adalah salah seorang dari beberapa saudara yang “beruntung” dapat terlibat pada awal lahirnya Yayasan Christopherus, kemudian bersama-sama berjuang dalam tahun-tahun pelayanan sebagai pengurus, dan yang sekarang masih mengikuti dari tempat yang jauh dan memberikan dukungan dalam doa. Ada beberapa hal yang menarik dalam rentang waktu pelayanan Christopherus ini: Yayasan ini menumbuhkan pola pikir lintas gereja dan suku, sehingga menolong saya dalam kehidupan ini, belajar mengerti dan menghargai orang lain yang berbeda dengan kita, memperkaya kehidupan dalam bermasyarakat. TUHAN itu adalah Tuhan yang hidup dan nyata, ketika lingkungan masyarakat berkembang, nila-nilai berubah, Tuhan sendiri yang menjaga, melindungi dan membesarkan Yayasan ini melewati berbagai hambatan dan bertumbuh menjadi garam dan terang di tengah-tengah lingkungn masyarakat, selama 35 tahun. Karena itu pada hari yang berbahagia ini, saya menyampaikan selamat kepada segenap pengurus, serta semua saudara-saudara yang terlibat dan berpartisipasi dalam pelayanan Christopherus sebagai pendukung dalam doa, dana, waktu, tenaga atau apapun. Mari pada ulang tahun yang ke 35, kita terus mengarahkan pandangan kita ke depan, bersama kita memandang ladang di sekitar kita yang menguning, berdirilah teguh, jangan goyah dan giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kita tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan. jerih payah pelayanan yang telah kita lakukan dalam yayasan Christopherus tidak sia-sia, sebab Ia juga yang akan meneguhkan kamu sampai kepada kesudahannya, sehingga kamu tak bercacat pada hari hari Tuhan kita Yesus Kristus. Dirgahayu Christopherus. Amin. (pg) Batam, 27 Maret 2007 Agus Suwantoro (Wakil Ketua dalam Pengurus Pertama Yayasan Christopherus) Catatan:Kesaksian ini disampaikan dalam Perayaan HUT ke-35 Yayasan Christopherus pada tahun 2007

PELOPOR PELAYANAN INTERDENOMINASI

Sepanjang pengetahuan dan pengalaman saya melayani di Christopherus, sungguh sangat banyak manfaatnya, baik di bidang organisasi maupun persekutuan, khususnya dalam ber- Pl. Mengapa? Christopherus bersifat interdenominasi dan mempunyai komitmen yang kuat untuk mengabarkan Injil melalui pemberitaan firman, musik, pemutaran film dan lain-lain. Memang perjuangannya yang mula-mula memerlukan kerja keras. Tidak sedikit hambatan dan tantangan, dianggap membuat gereja dalam gereja. Puji Tuhan, para pendiri Christopherus tidak mudah berputus asa, tetap bersemangat. Banyak kali kami berkumpul untuk berdoa, mencari kehendak Tuhan. Seingat saya pada waktu itu yang banyak terlibat antara lain The Kiem Gwan (alm), Markus Hendra Kusuma (alm), Pdt. Chrismanto Jonatan, Soendjojo (alm), dan Agus Suwantoro. Saya akui dalam hal ini Ev. Andreas Christanday banyak berperan. Dia punya visi, misi dan komitmen yang kuat (Ev. Andreas Christanday had hier von veelgedaan). Harapan saya periode demi periode Pengurus Yayasan Christopherus terus menerus diremajakan demi masa yang akan datang. Banyak sekali kenangan manis ketika melayani dalam wadah Christopherus. Harapan saya Christopehrus dapat terus berkembang dan terus menjadi pelopor dalam pelayanan yang bersifat persaudaraan antar gereja. Selamat HUT yang ke-35. Selamat melayani. Tuhan Yesus memberkati. (pg) Jepara, 11 Maret 2007 Atno Stefanas (Anggota dalam Pengurus Pertama Yayasan Christopherus) Catatan:Kesaksian ini disampaikan dalam Perayaan HUT ke-35 Yayasan Christopherus pada tahun 2007.

Warisan Iman: Suka Bekerja

Bacaan Alkitab: Tetapi mungkin ada orang berkata: “Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan”, aku akan menjawab dia: “Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku” (Yakobus 2:18) Hari ini, Jumat 3 Juli 2020 adalah Hari Bebas Kantong Plastik Sedunia atau International Plastic Bag Free Day. Kantong plastik yang dibuang sembarangan dapat mencemari lingkungan. Kantong plastik bisa mengganggu kelancaran aliran air dan mengakibatkan banjir. Kantong plastik tidak mudah terurai di alam, tidak dapat membusuk. Perlu waktu ratusan tahun untuk membuat bahan ini dapat terurai menjadi tanah. Walaupun sudah ada teknologi plastik biodegradable, plastik tetap memerlukan waktu yang cukup lama untuk terurai. Pemprov DKI Jakarta menetapkan bahwa sejak 1 Juli 2020 Jakarta bebas kantong platik!  Saat Dave Thomas meninggal dunia 2002, ia tidak hanya mewariskan ribuan restoran Wendy’s-nya, tetapi juga mewariskan pengalaman kerja kerasnya yang terkenal itu.  Dave Thomas, sang wiraswastawan yang murah senyum ini memberi pandangan bagaimana seharusnya pengikut Kristus mengisi hidupnya. Dia yang di masa mudanya banyak dipengaruhi neneknya mengenal Kristus, mengatakan bahwa orang percaya harus jadi teladan yang tulus ikhlas menyingsingkan lengan baju. Itulah: “Warisan Iman: Suka Bekerja.”  Dalam bukunya ”Well Done (Bagus Sekali!), Dave Thomas berkata, “Pengikut Yesus Kristus yang mau menyingsingkan lengan bajunya adalah orang yang melihat kekristenan sebagai iman dan perbuatan, sebagai wujud relasi dengan Tuhan Yang Hidup. Walau tetap tak dikenal, tetapi terkenal sebagai orang yang gemar melakukan lebih banyak kebaikan daripada semua orang beriman termasyhur mana pun”. Pernyataan itu lebih berisi daripada burger Wendy’s yang berlapis tiga. Dave Thomas tidak hanya sadar bahwa kerja keras diperlukan untuk menjalankan bisnis restorannya, tetapi juga penting untuk kehidupan rohaninya. Dalam Yakobus 2:17, dapat kita baca bahwa iman tanpa perbuatan akan membuat iman kita mati. Marilah kita singsingkan lengan baju kita dan mulai bekerja dengan tulus. Ada banyak hal yang bisa dikerjakan saat ini, mari kita belajar tidak menunda. Menunda sama dengan tidak melakukan apa-apa, sia-sia. Hikmat hari ini: Iman yang hidup adalah iman yang mau bekerja keras dengan Segenap hati, bukan setengah hati. Selamat memasuki hari baru hari ini, Tetap semangat jadi berkat bagi sesama di era New Normal Ini”.  Jesus Christ bless you (sp).

MASIH ADA HARAPAN

Selamat jumpa para Pendukung Kristus,  apa kabar? Semoga sehat-sehat dan tetap semangat menyambut setiap kesempatan yang masih Tuhan bukakan bagi kita. Sesungguhnya menjadi tua merupakan suatu keniscayaan. Kita perlu menyadari bahwa manusia tidak selamanya muda dan perkasa.  Semua pasti akan mengalami perubahan seiring berjalannya waktu:  yang muda menjadi tua, yang kuat dan gagah lambat laun akan melemah kekuatannya.  Tentu saja proses menjadi tua bukan untuk kita sesali apalagi kita ratapi, tapi justru harus kita syukuri karena Tuhan memberi kesempatan kepada kita untuk menjadi tua dan boleh menikmati masa tua. Saudara, dalam Perjanjian Lama, ada satu kitab yang bernama Ratapan. Mengapa diberi nama Ratapan? Karena Yeremia menulis kitab tersebut sebagai ungkapan kepedihan hatinya yang mendalam atas kehancuran Yerusalem:  tembok-tembok kota yang runtuh dan pembuangan orang-orang ke Babel.  Sambil duduk ia menangis dan meratapi Yerusalem:  “Ah, betapa terpencilnya kota itu, yang dahulu ramai! Laksana seorang jandalah ia, yang dahulu agung di antara bangsa-bangsa. Yang dahulu ratu di antara kota-kota, sekarang menjadi jajahan. Yehuda telah ditinggalkan penduduknya karena sengsara dan karena perbudakan yang berat; … Jalan-jalan ke Sion diliputi dukacita, karena pengunjung-pengunjung perayaan tiada; sunyi senyaplah segala pintu gerbangnya, …” (Ratapan 1:1, 3, 4). Yang menarik walaupun kitab tersebut memang dimulai dengan ratapan, tapi isinya tidak semuanya ratapan,  ada pengharapan untuk dipulihkan.  Ada janji pemulihan bagi setiap orang yang berharap kepada Tuhan!  “Adalah baik menanti dengan diam pertolongan TUHAN.” (Ratapan 3:26).  Janji pemulihan disediakan bagi orang-orang yang senantiasa bertekun menanti-nantikan Tuhan.  Yeremia mengingatkan kepada kita mengapa kita  berharap kepada Tuhan dan menantikan-Nya?  Karena  “Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!”  (Ratapan 3:22-23).  Menantikan Tuhan berarti menaruh harap dan memercayakan hidup sepenuhnya kepada Tuhan, serta memandang Dia sebagai satu-satunya sumber pertolongan, bukan yang lain.  “Dia memberi kekuatan kepada yang lelah dan menambah semangat kepada yang tiada berdaya…orang-orang yang menanti-nantikan TUHAN mendapat kekuatan baru: mereka seumpama rajawali yang naik terbang dengan kekuatan sayapnya; mereka berlari dan tidak menjadi lesu, mereka berjalan dan tidak menjadi lelah.”  (Yesaya 40:29, 31).  Orang yang menati-nantikan Tuhan akan beroleh kekuatan baru, kemampuan untuk mengatasi masalah dan kesanggupan untuk terus berjalan maju melewati badai. Ingatlah! Senada dengan isi kitab Ratapan, kita tidak hanya ikut meratapi pertumbuhan ekonomi di negara kita yang turun sangat tajam pada tahun ini, bahkan ada kecenderungan menjadi minus, namun bersama Yeremia, kita juga tetap menaruh pengharapan kepada Tuhan karena  “Diberkatilah orang yang mengandalkan TUHAN, yang menaruh harapannya pada TUHAN! Ia akan seperti pohon yang ditanam di tepi air, yang merambatkan akar-akarnya ke tepi batang air, dan yang tidak mengalami datangnya panas terik, yang daunnya tetap hijau, yang tidak kuatir dalam tahun kering, dan yang tidak berhenti menghasilkan buah.” (Yeremia 17:7-8). GBU & Fam. (pg)

PILIHAN YANG TEPAT

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Saya yakin hampir setiap manusia begitu dia bangun tidur sudah diperhadapkan pada pilihan, mau langsung ke kamar mandi untuk buang air kecil lalu berolahraga atau ke wastafel untuk berkumur kemudian minum air putih hangat, setelah itu bersaat teduh sejenak? Saya yakin hampir setiap saat dalam sepanjang hidup, kita diperhadapkan pada pillihan. Ingatlah! Pilihan-pilihanmu itu akan sangat menentukan keberhasilanmu di kemudian hari. Dari hasil pengamatan saya selama ini, hampir setiap orang tentunya tidak ingin hidup dalam kekurangan atau pas-pasan, termasuk saya tentunya.  Kita pasti ingin mendapatkan sesuatu yang lebih.  Seorang pelajar atau mahasiswa tentunya tidak ingin meraih nilai yang pas-pasan.  Ia akan tekun belajar, berjuang mati-matian, sampai ia memperoleh nilai yang memuaskan atau di atas rata-rata.  Seorang karyawan rela kerja lembur hingga larut, rela banting tulang,  dengan harapan akan mendapatkan penghasilan atau gaji lebih dari biasanya.  Pada dasarnya semua orang bekerja keras dan melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan hasil yang lebih. Iya apa iya? Sayang seribu sayang,  saat ini ada cukup banyak orang yang mengambil jalan pintas,   menempuh jalan yang sesat, tidak halal, melanggar hukum, mengesampingkan rasa malu, mengorbankan harga diri, hidup dalam ketidaktaatan demi mendapatkan hasil yang lebih.  Mereka terlibat dalam berbagai skandal:  penyalahgunaan kekuasaan atau jabatan dengan melakukan korupsi, memanipulasi pajak, menekan upah buruh dan sebagainya.  Alkitab dengan keras memperingatkan:  “Orang yang menabur kecurangan akan menuai bencana,” (Amsal 22:8a).  Bagaimana agar kita mendapatkan hasil yang lebih. Mari kita pegang janji Tuhan berikut, “Bagi Dialah, yang dapat melakukan jauh lebih banyak dari pada yang kita doakan atau pikirkan, seperti yang ternyata dari kuasa yang bekerja di dalam kita,”  (Efesus 3:20) Untuk mendapatkan hasil yang lebih atau mengalami berkat-berkat Tuhan yang sangat luar biasa, kita dapat belajar dari salah seorang tokoh Alkitab yaitu SALOMO.  Ketika bertemu dengan Tuhan, Salomo MENENTUKAN PILIHAN YANG TEPAT, maka dia mendapatkan berkat-berkat yang luar biasa, lebih dari yang diduga.  Salomo minta HIKMAT dari Tuhan bukan yang lain. Berikut adalah tanggapan Tuhan atas pilihan Salomo,  “Oleh karena engkau telah meminta hal yang demikian dan tidak meminta umur panjang atau kekayaan atau nyawa musuhmu, melainkan pengertian untuk memutuskan hukum, maka sesungguhnya Aku melakukan sesuai dengan permintaanmu itu, sesungguhnya Aku memberikan kepadamu hati yang penuh hikmat dan pengertian, sehingga sebelum engkau tidak ada seorang pun seperti engkau, dan sesudah engkau takkan bangkit seorang pun seperti engkau. Dan juga apa yang tidak kauminta Aku berikan kepadamu, baik kekayaan maupun kemuliaan, sehingga sepanjang umurmu takkan ada seorang pun seperti engkau di antara raja-raja.” (1 Raja-Raja 3:11-13). Kuncinya terletak pada PILIHAN yang tepat. Ingatlah! “Apa yang tidak pernah dilihat oleh mata, dan tidak pernah didengar oleh telinga, dan yang tidak pernah timbul di dalam hati manusia: semua yang disediakan Allah untuk mereka yang mengasihi Dia.”  (1 Korintus 2:9). GBU & Fam.  (pg).

Sehebat-Hebatnya Manusia

Bacaan Alkitab: Berfirmanlah TUHAN: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi.” (Kejadian 1:26) Bioteknologi adalah sebuah bidang ilmu yang menerapkan kemajuan teknologi ke dalam bidang ilmu biologi. Prospek kemajuan yang ditawarkan oleh bidang ilmu yang satu ini sungguh luar biasa. Mulai dari yang sudah kita anggap normal, seperti semangka tanpa biji, cloning manusia, sampai kepada yang masih terasa bagaikan mimpi seperti mengganti anggota tubuh kita yang rusak dengan teknologi sel punca (stem cell). Namun, perkembangan ini juga menimbulkan banyak masalah etika. Kemajuan yang ditawarkan tersebut acap kali berbenturan dengan batas-batas etika yang selama ini dipegang oleh masyarakat. Sebagai contoh, teknologi embryonic stem cell membutuhkan janin sebagai bahan percobaannya. Tak heran begitu banyak perdebatan yang terjadi di kalangan para ahli etika seputar isu-isu bioteknologi tersebut. Disadari atau tidak, perkembangan bioteknologi memang membawa perubahan yang besar dalam pola pikir manusia mengenai seluruh alam dan ciptaan. Manusia, dengan perkembangan bioteknologi, seakan-akan merasa mampu mengubah alam dan kemudian menciptakan kehidupan baru. Dengan demikian, manusia merasa bahwa ia adalah allah. Dan karena itu, ia tidak lagi memerlukan TUHAN yang sejati. Sebagai pengikut Tuhan Yesus Kristus, kita harus berhati-hati terhadap isu ini. Sebab seperti yang kita baca dalam bacaan Alkitab Firman Tuhan hari ini, tampak jelas siapa TUHAN dan siapa kita. DIA adalah PENCIPTA segala sesuatu, sedangkan kita, Sehebat-Hebatnya Manusia dan secanggih apa pun, tetap hanyalah ciptaan yang penuh keterbatasan. Tanpa DIA kita tidak ada. Terlepas dari DIA kita binasa. Selayaknya kita tingkatkan pujian penyembahan kepada-Nya, tak perlu kita menunda, besok atau nanti mungkin terlambat. Di era pandemi covid-19 inilah saat-Nya. Hikmat hari ini: Semaju apa pun teknologi manusia, kita tetap ciptaan yang bergantung kepada sang pencipta. Selamat memasuki hari baru hari ini, “Biarlah segala  yang bernafas memuji TUHAN! Haleluya!” (Mazmur 150:6), Tetap semangat jadi berkat bagi sesama di era New Normal Ini Jesus Christ bless you (sp).

Kesaksian

Nama lengkap saya Florencia Valentina Ayu Wardiani, biasa dipanggil  Ayu. Anak-anak Panti Asuhan Christopherus (PA Chp) senang memanggil saya dengan sebutan Kak Ayu. Saya mulai bekerja di PA Chp sebagai Staf Administrasi (Tata Usaha) sejak 1 Juni 2010 hingga saat ini. Awalnya, setelah  lulus dari universitas, saya melamar hanya untuk mengisi kekosongan di bagian administrasi PA.  Saat itu pimpinan PA adalah Ibu  Oeke Winarty dan anak panti berjumlah 35 anak. Seiring berjalannya waktu, saya merasa senang bisa bekerja dan melayani di PA, berkumpul bersama anak-anak yang memiliki berbagai latar belakang. Saya merasa bersyukur bisa berkerja di PA Chp,  karena saya tidak hanya bekerja di bidang administrasi, tetapi juga dapat melayani anak-anak. Dulu, saat masih usia SD, saya berkeinginan untuk tinggal di PA jika sedang dimarahi oleh ibu. Karena saya menganggap bahwa ibu tidak sayang kepada saya. Namun rancangan Tuhan sungguh menakjubkan, sekarang saya bisa bekerja di PA dan memahami kehidupan anak-anak di Panti. Di PA, anak-anak dididik untuk dapat hidup mandiri. Bagi saya, bekerja di PA adalah hal yang menyenangkan. Tugas saya menulis surat keluar, menerima surat masuk dan mengagendakannya. Menerima tamu dan donatur, membuat laporan bulanan, mengurus KTP dan bagi anak-anak yang tidak memiliki keluarga sama sekali, saya juga membantu untuk mengurus kartu keluarga. sehingga kelak anak yang  keluar dari PA mereka dapat memiliki identitas yang jelas. Selain itu saya juga bertugas membayar listrik, air, telepon, juga membantu menerima dan mengatur tamu-tamu yang menginap di Guest House Agape.  PA Chp berusaha untuk dapat hidup mandiri, tidak hanya bergantung dari dana yang diberikan pemerintah dan para donatur. Syukur, melalui kerja di PA Chp,  saya dapat bertemu dengan orang –orang hebat, menghadiri rapat-rapat dinas sosial dan bertemu dengan teman-teman dari PA lain sekota Semarang yang memiliki pengalaman-pengalaman menarik. Di PA Chp  saya bisa bekerja dan melayani Tuhan melalui anak-anak yang Tuhan percayakan kepada kami. Bekerja di sini harus mampu melakukan pekerjaan yang lain, seperti harus bisa membimbing anak-anak belajar, memasak, mengantar anak ke dokter jika sakit, menerima rapor, siap menemui pihak sekolah jika ada pelanggaran ataupun keluhan tentang anak dan tugas-tugas lainnya. Bekerja di PA banyak sekali yang dapat kita pelajari, sebagai perempuan saya belajar untuk menjadi seorang ibu yang baik bagi anak-anak saya kelak. Sabar, mau memahami dan rendah hati adalah kunci pokok untuk bisa bekerja di PA. Anak-anak yang memiliki beragam karakteristik mengajarkan saya untuk selalu belajar menjadi pribadi yang jauh lebih baik dan mampu memahami mereka satu per satu. Suka dan duka selama 9 tahun bekerja di PA merupakan suatu pengalaman yang sangat berharga. Bagi saya, dapat hidup  bersama anak-anak, merupakan satu prestasi yang membanggakan.  Saya pun senang bisa bekerja dengan teman-teman sepelayanan yang tidak hanya sebagai teman kerja tetapi juga sebagai guru dan orangtua. PA merupakan keluarga kedua bagi saya, apalagi saya juga seorang yatim piatu,  jadi lebih bisa memahami perasaan anak-anak yang tinggal di sini. Saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Tuhan atas proses perjalanan hidup yang Tuhan berikan kepada saya. (pg/sb) Catatan: Kesaksian ini disampaikan dalam perayaan HUT ke-40 Panti Asuhan Christopherus yang telah diselenggarakan pada tanggal 21 Juni 2019.