ALLAH Kota Benteng yang TEGUH

Selamat jumpa para Pendukung Kristus, apa kabar? Salam sehat. Semoga kita masih dapat menikmati damai sejahtera Allah di tengah banyak bencana alam terjadi di mana-mana. Sahabat, ada banyak hal yang menakutkan yang kita hadapi di dalam hidup ini. Saat ini yang paling menonjol yaitu masalah pendemi Covid-19 dan bencana alam yang susul menyusul  terjadi di beberapa daerah di Indonesia.

Dalam situasi yang masih mencekam akibat pandemi Covid-19 dan bencana alam, mari kita menggali berkat dari perikop yang berjudul, “Allah, kota benteng kita” yang terdapat di Mazmur 46:1-12. Pemazmur mengingatkan bahwa kita punya Allah yang menjadi kota benteng. Perhatikan bagaimana pemazmur sangat menegaskan hal tersebut dengan menyebutkannya sebanyak dua kali,  di ayat 8 dan 12.Sebagai kota benteng, Allah adalah tempat perlindungan dan kekuatan, sebagai penolong dalam kesesakan sangat terbukti (ayat 2).

Sahabat, di zaman dahulu setiap kota selalu memiliki benteng, pintu gerbang kota dan juga tembok yang mengelilingi kota itu, dengan tujuan supaya kota itu terjaga aman dan terlindungi dari serangan musuh.  Namun bagaimanapun juga perlindungan dan penjagaan yang dibangun oleh manusia adalah terbatas adanya, tidak seratus persen dapat memberikan jaminan keamanan dan keselamatan yang sempurna,  “… jikalau bukan TUHAN yang mengawal kota, sia-sialah pengawal berjaga-jaga.”  (Mazmur 127:1-b).

Allah adalah kota benteng kita yang teguh. Oleh karena itu, pemazmur mendorong kita agar di tengah kesukaran yang sedang terjadi, kita memandang pekerjaan Tuhan (ayat 9) dan berdiam diri di hadapan-Nya (ayat 11).

Frasa “pandanglah pekerjaan Tuhan” (ayat 9) mengacu pada tindakan mengingat apa yang telah Tuhan kerjakan di dalam hidup kita dan di bumi ini. Ingat dan lihatlah sekelilingmu! Perhatikan betapa Allah punya kuasa untuk mengatur segala sesuatu demi kebaikan kita.

Kemudian, frasa “Diamlah dan ketahuilah bahwa Akulah Allah!” (ayat 11) menegaskan bahwa apapun yang terjadi dalam hidup kita, hendaknya kita berdiam diri dan tidak mengandalkan kekuatan sendiri, sebaiknya mengandalkan Tuhan. Sekalipun bencana alam menimpa, didera sakit penyakit, pandemi masih merajalela atau persoalan hidup apapun yang membuat kita takut dan gentar, maka pandanglah kepada Tuhan. Andalkanlah Dia senantiasa karena Dialah kota benteng kita yang teguh.

Sahabat, pertolongan, perlindungan dan kekuatan yang sejati hanya kita dapatkan di dalam Tuhan, karena Dia adalah benteng hidup kita.  Ada tertulis,  “Celakalah orang-orang yang pergi ke Mesir minta pertolongan, yang mengandalkan kuda-kuda, yang percaya kepada keretanya yang begitu banyak, dan kepada pasukan berkuda yang begitu besar jumlahnya, tetapi tidak memandang kepada Yang Mahakudus, Allah Israel, dan tidak mencari TUHAN.”  (Yesaya 31:1).  Ingatlah! Sahabat, seberat bagaimana pun masalah dan tantangan yang kita hadapi, jika kita mau bersandar dan berserah penuh kepada Tuhan, kita pasti beroleh kekuatan untuk menanggungnya,  “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.”  (2 Timotius 1:7).  Saat itulah kita pun dapat berkata,  “Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.”  (Filipi 4:13). Tuhan memberkati Sahabat dan keluarga. (pg)

One Comment

  1. Kristianti Kartika Widjaja

    Shalom….Selamat pagi Pak Paul dan para Sahabat pendukung Kristus.
    Salam sehat , penuh semangat di dalam Kristus.
    Puji Tuhan….kabar baik…???, Atas kasih setia dan anugerah-Nya , kita boleh memasuki awal pekan ini.
    Terima kasih utk Penyertaan dan Pemeliharaan Tuhan yg tak pernah berubah kasih setia-Nya.
    Tks utk Renungan Firman Tuhan pagi ini yg menguatkan dan menyegarkan iman kita supaya Tuhan menjadi satu2nya andalan hidup kita.
    Dia adalah gunung batu dan kota benteng kita yang teguh , dan hanya Tuhan yang bisa memberi pertolongan dan kekuatan kepada kita pada saat kita menghadapi badai kehidupan ini…Immanuel.
    Tuhan Yesus Memberkati kita , Selamat beraktivitas dengan bersandar sepenuhnya kepada Tuhan…??

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *