ALLAH sumber KEKUATAN dan BERKAT

Sahabat, Bacaan Sabda kita hari ini saya ambil dari kitab Kejadian 14:17-24.  Sangat menarik, dengan sengaja penulis menyisipkan kisah tentang Abram dengan Melkisedek (ayat 18-20) di tengah kisah Abram dengan raja Sodom (ayat 17, 21-24). Hal tersebut menunjukkan bahwa penulis hendak mengontraskan sikap Abram terhadap Melkisedek dengan sikapnya terhadap raja Sodom. Melkisedek adalah raja Salem (raja Yerusalem), sekaligus sebagai  imam Allah yang Maha tinggi (ayat 18). Ia datang membawa roti dan anggur serta memberkati Abram. Abram merespons dengan memberikan perpuluhan (ayat 19-20). Sedangkan Raja Sodom yang musuh-musuhnya telah dikalahkan oleh Abram (ayat 14:1-16) datang untuk mengambil orang-orangnya yang telah ditolong oleh Abram. Ia bermaksud memberikan semua jarahan yang telah dimenangkan dalam pertempuran tersebut kepada Abram. Bisa jadi sebagian jarahan tersebut merupakan harta Sodom yang telah diambil musuhnya. Namun Abram sama sekali tidak mau mengambil apa pun, supaya jangan ada perbincangan bahwa raja Sodom telah membuat Abram kaya (ayat 21-24). Sahabat, sikap Abram yang begitu menghormati Melkisedek, tetapi tidak mengindahkan raja Sodom menunjukkan bahwa ia lebih menghormati orang yang takut akan Allah. Walaupun bersikap baik terhadap raja Sodom akan memberikan keuntungan secara finansial, tetapi Abram menolak harta dari raja Sodom. Sebaliknya Abram malah memberikan perpuluhan kepada Melkisedek. Bagi Abram bukan harta yang penting, tetapi siapa orang tersebut di mata Allah. Penolakan Abram didasarkan pada keyakinannya bahwa Allah adalah sumber kekuatan dan berkat. Itu sebabnya ia menyambut berkat yang diberikan Melkisedek dan menolak pemberian Raja Sodom. Sahabat, mari kita renungkan sejenak Bacaan Sabda kita pada hari ini. Berkat apa saja yang kita dapatkan dari perenungan kita saat ini? Tuhan memberkati. (pg)

BERSYUKURLAH dan PUJILAH

Sahabat, sesungguhnya Allah menginginkan kita bukan hanya sehat secara rohani, tetapi juga secara jasmani. Lalu bagaimana kita dapat mendapatkannya? Apa yang harus kita lakukan. Di dunia medis ada alat yang namanya “Heart Rate Variability Monitor”. Fungsinya untuk mengukur ritme/irama detak jantung seseorang. Idealnya irama atau ritme detak jatung dari detak satu ke detak yang lain itu teratur dan seimbang. Penelitian HeartMath Institute mengungkapkan bahwa penghargaan, pujian, belas kasihan, kemurahan hati dan ucapan syukur dapat menciptakan ritme detak jantung seseorang menjadi seimbang dan selaras. Hal tersebut menyebabkan seseorang merasakan kedamaian dan terhindar dari stres. Sahabat, dalam tradisi Yahudi bersyukur dan memuji Allah adalah ciri kesalehan. Sedangkan Tuhan Yesus memusatkan tindakan dan ajaran-Nya pada kasih. Ia mengajarkan agar setiap orang mengasihi Allah dengan segenap hati, jiwa dan akal budi serta mengasihi sesama seperti dirinya sendiri. Prinsip tersebut di atas secara ilmiah mengungkapkan bahwa seseorang yang bersyukur dan membiasakan memuji, dengan cepat akan berpindah dari frustrasi, depresi, khawatir, jengkel, marah atau benci kepada penghargaan dan kedamaian. Demikian pula mereka yang menanggapi segala sesuatu dengan puas, nrima, lega, iklas, sabar, penghargaan, pengampunan, sukacita, kasih dan belas kasihan menjadi orang yang sangat damai dalam hidupnya.    Bacaan Sabda: Mazmur 100:1-5. Sahabat, mari kita renungkan sejenak. Berkat apa saja yang kita dapatkan dari perenungan kita saat ini? Tuhan memberkati. (pg)

Ketika TUHAN Terasa BEGITU JAUH

Salah satu lagu Bimbo yang menjadi favorit saya  berjudul: “Tuhan”.  Penggalan liriknya berbunyi, “Aku jauh, Engkau jauh. Aku dekat, Engkau dekat.”  Para seniman  tampaknya sering digelisahkan oleh kehadiran Tuhan. Kapankah kehadiran Tuhan menjadi persoalan bagi kita? Ketika TUHAN TERASA BEGITU JAUH. Lalu, kapankah Dia terasa begitu jauh? Ketika semua hal dalam hidup ini menjadi porak poranda seperti saat ini. Sahabat, nabi Habakuk menyaksikan hal-hal yang membuatnya putus asa ketika bangsa Yehuda berubah setia kepada Tuhan. Habakuk sudah berseru kepada Tuhan lewat doa-doanya agar Tuhan bertindak mengganjar kelaliman bangsa itu, tapi Tuhan sepertinya terdiam; walaupun pada akhirnya Tuhan bertindak menghukum bangsa Yehuda dengan penyerbuan orang Kasdim (Habakuk 1:5-11). Tindakan Tuhan membuat Habakuk resah dan gelisah, dan lewat pewahyuan Roh Kudus, muncullah pernyataannya yang melegenda: “orang yang benar itu akan hidup oleh percayanya” (Habakuk 2:4). Orang benar akan hidup oleh iman. Di bagian akhir kitab Habakuk kita bisa membaca, ia menemukan alasan untuk tetap bersyukur (Habakuk 3:17-18) meskipun segala sesuatu yang ia doakan tak cepat dijawab oleh Tuhan. Ia tetap setia menunggu, meyakini bahwa Tuhan tak pernah diam untuk segala ketidakadilan yang disaksikannya. Sesungguhnya Tuhan tidak pernah tidur. Sahabat, sangat mudah kehilangan kepercayaan ketika harapan dan impian kita tak segera mewujud. Namun, iman sejati mewujud dalam hati yang bersukacita, menanti, dan percaya, bahwa rancangan dan tindakan Tuhan selalu mewujud pada waktu-Nya. Bacaan Sabda: Habakuk 1:2-4. Sahabat, mari kita renungkan sejenak. Berkat apa saja yang kita dapatkan dari perenungan kita saat ini? Tuhan memberkati. (pg)

DUA UNSUR PENTING: Iman dan Perbuatan

Ada dua unsur penting,  iman dan perbuatan.  Seseorang dapat dikatakan memiliki iman bila ia percaya meski belum melihat bukti;  selain itu, seorang beriman taat melakukan apa yang dia imani, apa pun risikonya.  Jadi, iman juga harus disertai perbuatan atau tindakan nyata.  Sahabat, jika kita berbicara mengenai iman tetapi tidak bertindak sesuai dengan apa yang kita percayai, hal itu adalah sia-sia.  Iman yang sejati bukanlah sekadar perkataan, namun harus diwujudkan ke dalam gaya hidup kita.  Iman yang disertai dengan tindakan pasti membuahkan hasil.  Rahab, perempuan sundal dalam kitab Yosua 2, merupakan penduduk kota Yerikho. Rahab telah mendengar tentang kuasa Allah Israel yang mengalahkan banyak bangsa, dan ia tahu orang Israel sedang menuju Yerikho sementara Allah menyerahkan kota itu ke tangan mereka.  Ketika dua orang pengintai Israel datang ke Yerikho, Rahab melihat itu sebagai kesempatan emas dan ia bertindak  (Yosua 2:1-20).      Sahabat, ketaatan Rahab mengaitkan tali kirmizi menunjukkan imannya pada perkataan para pengintai itu, yang secara tidak langsung merupakan janji Tuhan.  Karena iman pengharapan yang ditaruhnya pada Allahnya yang baru dia kenal, dan disertai tindakan nyata sebagai respons terhadap imannya, Rahab dan segenap keluarganya diselamatkan ketika orang Israel menguasai dan menghancurkan kota Yerikho.  Pelajaran dari hidup Rahab sudah jelas:  iman yang disertai tindakan selalu membuahkan hasil! (Yosua 2:21) Bacaan Sabda: Yakobus 2:14-26. Sahabat, mari kita renungkan sejenak. Berkat apa saja yang kita dapatkan dari perenungan kita saat ini? Tuhan memberkati. (pg)

JALAN TUHAN

Sesungguhnya untuk mencapai suatu tujuan, hal yang paling kita butuhkan adalah jalan, sebab tanpa adanya jalan sampai kapan pun kita tidak akan pernah mencapai tempat yang hendak kita tuju.  Begitu juga bila kita salah dalam memilih jalan akan berakibat sangat fatal dan tidak akan pernah membawa kita ke tempat tujuan,  “Ada jalan yang disangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut.”  (Amsal 14:12). Sahabat, Daud berkata,  “Segala jalan TUHAN adalah kasih setia dan kebenaran bagi orang yang berpegang pada perjanjian-Nya dan peringatan-peringatan-Nya.”  (Mazmur 25:10).  Sayang, tidak semua orang mau menempuh jalan Tuhan, mereka lebih memilih berjalan menurut pengertian dan kehendaknya sendiri.  Pikir mereka jalan Tuhan itu penuh aturan atau rambu-rambu,  “… lebarlah pintu dan luaslah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan banyak orang yang masuk melaluinya; karena sesaklah pintu dan sempitlah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan sedikit orang yang mendapatinya.”  (Matius 7:13-14).  Ada ungkapan yang mengatakan, “You are what you believe.”  Artinya apa yang kita percayai akan menentukan bagaimana sikap dan perilaku kita.  Jika kita percaya kepada uang maka perjalanan hidup kita akan sama seperti uang yang mengalami fluktuasi, yaitu keadaan turun-naik harga;  ketidaktepatan atau guncangan.  Namun bila kita percaya kepada Tuhan Yesus dan memercayakan hidup sepenuhnya kepada-Nya, keberadaan hidup kita akan seteguh batu karang yang tidak mudah diombang-ambingkan oleh badai apa pun. Bacaan Sabda: Amsal 3:5-8 dan Mazmur 143:8. Sahabat, mari kita renungkan sejenak. Berkat apa saja yang kita dapatkan dari perenungan kita saat ini? Tuhan memberkati. (pg)

SUKACITA SEJATI: Buah dari Karya Iman

Sukacita adalah sebuah ungkapan rasa ketika kita berhasil menggapai keinginan hati kita. Namun, pernahkah kita mengaitkan sukacita dengan pemeliharaan Allah secara nyata dalam hidup? Lalu bagaimana kita mendapatkan sukacita sejati? Sahabat, Daud menjelaskan perihal sukacita sejati ketika ia menguraikan keberhasilan seorang raja yang berjalan bersama Tuhan. Kebanggaan diperoleh bukan sekadar karena keberhasilan dalam kehidupan atau pun kemenangan dalam peperangan, melainkan semata-mata karena karya Allah dalam hidup orang beriman. Memang tidak mudah meletakkan segala orientasi hidup kita kepada Allah. Namun, oleh Kristus kita telah diberikan pemahaman tentang Allah yang benar dan ditunjukkan tentang keberadaan Allah secara nyata dalam hidup (Yohanes 1:18; dan 17:3). Jalan untuk mendapatkan sukacita hanyalah dengan menerapkan iman sejati dalam kehidupan keseharian. Sahabat, iman yang sejati akan menghadirkan sukacita karena karya Allah dalam hidup orang percaya. Persoalannya adalah apakah kita mendasarkan sukacita pada hal yang bersifat sementara, atau hanya untuk memuaskan keinginan mata dan kedagingan kita. Sesungguhnya, sukacita sejati adalah buah dari karya iman yang kita terima dari Allah! Bacaan Sabda: Mazmur 21:1-14. Sahabat, mari kita renungkan sejenak. Berkat apa saja yang kita dapatkan dari perenungan kita saat ini? Tuhan memberkati. (pg)

Kuasa Tuhan BEKERJA Untuk Kita

Saat keadaan aman dan segala sesuatu berjalan dengan baik dan lancar, kita sangat mudah dan ringan saja untuk berkata bahwa kita beriman dan percaya kepada Tuhan. Bagaimana jika dalam situasi serba darurat dan mencekam seperti saat ini? Sahabat, sesungguhnya Allah di dalam nama Yesus Kristus adalah tempat perlindungan yang paling aman, bahkan di tengah kesulitan yang dahsyat sekali pun.  Keamanan, meskipun dalam situasi yang sulit,  akan tetap menjadi milik setiap orang yang tahu bahwa Allah adalah pembebasnya.  Putus asa pun tidak akan dialami. Memercayai dengan sungguh bahwa Yesus Kristus adalah tempat perlindungan yang paling aman,  membuat seseorang berada dalam sebuah kedamaian yang sempurna, tiada rasa panik, sebab ia tahu Tuhan akan menjaganya.  Sahabat, apa pun yang terjadi dalam hidup ini, menjaga pikiran untuk selalu tinggal di dalam Tuhan Yesus Kristus serta memelihara firman-Nya dalam hati adalah dua hal yang sangat penting.  Dalam perlindungan-Nya kita akan hidup dalam damai, bahkan melihat kuasa Tuhan bekerja untuk kita.  Bacaan Sabda: Yesaya 26:1-21. Sahabat, mari kita renungkan sejenak. Berkat apa saja yang kita dapatkan dari perenungan kita saat ini? Tuhan memberkati. (pg)

BERSERULAH kepada TUHAN

Bartimeus, seorang pengemis yang buta, ketika mendengar bahwa Tuhan Yesus sedang lewat, mulai berseru,  “Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!”  (Markus 10:47).  Meski ditegor oleh banyak orang supaya ia diam, ia semakin keras berseru,  “Anak Daud, kasihanilah aku!”  (Markus 10:48).  Mendengar seruan Bartimeus Yesus pun mengulurkan tangan-Nya dan memberi pertolongan.  “Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya.”  (Markus 10:52-b).  Daud, sebelum menjadi raja, kehidupannya diwarnai dengan penderitaan yang disebabkan oleh orang-orang terdekatnya.  Salah satunya adalah Saul yang merupakan mertuanya sendiri.  Bagi Daud, Saul bukan sekadar mertua, tetapi juga seorang raja, pemimpin, panutan yang seharusnya mengayomi, tapi Saul justru berbuat yang sebaliknya yaitu ingin melenyapkan Daud.  Dalam keadaan terjepit Daud pun berseru-seru kepada Tuhan,  “Aku berseru kepada Allah, Yang Mahatinggi, kepada Allah yang menyelesaikannya bagiku.”  (Mazmur 57:3). Sahabat, apakah saat ini kamu sedang berbeban berat?  Datanglah kepada Tuhan dan berserulah kepada-Nya dengan iman, jangan sekali-kali mencari pertolongan di luar Dia. Bacaan Sabda: Yeremia 33:1-13. Sahabat, mari kita renungkan sejenak. Berkat apa saja yang kita dapatkan dari perenungan kita saat ini? Tuhan memberkati. (pg)

SANG KUASA dan PEMURAH

Sahabat, bacaan Sabda pada hari ini saya ambil dari Mazmur 147:1-20. Mazmur haleluya yang kedua tersebut  unik karena disusun menjadi tiga bagian (ayat 1-6, 7-11, dan 12-20) yang masing-masing bisa berdiri sendiri. Namun sesungguguhnya  mazmur tersebut menyatu dengan tema: “Kuasa dan kemurahan Tuhan atas Yerusalem (ayat 2 dan 12) dan atas seluruh alam ciptaan-Nya (ayat 4, 8-9, dan 15-18)”. Sahabat, Mazmur 147  ditulis oleh Daud dan berbicara tentang kekuasaan dan kemurahan Tuhan. Dia akan menyatakan kuasa-Nya kepada orang-orang yang dikasihi-Nya. Begitu pula dengan kemurahan-Nya, semua disediakan bagi orang-orang yang takut akan Dia. Kalau kita perhatikan di dalam kitab Kejadian di bagian awal-awal penciptaan manusia, Tuhan sempat menyesal telah menjadikan manusia, karena waktu itu perbuatan manuasia di bumi sangat jahat dan tidak lagi menghiraukan Tuhan,  “Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi di bahwa segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah Tuhan, bahwa ia telah menjadikan manusia di bumi dan hal itu memilukan hati-Nya.” (Kejadian 6:5-6). Sahabat, hati Tuhan akan senang bila kita senantiasa mau memuji dan bermazmur bagi-Nya dalam segala keadaan sebab Tuhan sangat menyukai pujian yang dinaikkan dengan hati tulus. Tuhan sangat senang bila kita benar-benar menjadikan-Nya prioritas utama dalam hidup, yang berarti kita mengasihi-Nya lebih dari semua di dunia ini. Tanda dari orang yang mengasihi Tuhan adalah setia melakukan kehendak-Nya dengan sepenuh hati, dan jangan sekali-kali meninggalkan-Nya dalam keadaan bagaimana pun, tetaplah melekat pada-Nya dan percayakan segenap hidup kita kepada-Nya saja. Sahabat, mari kita renungkan sejenak. Berkat apa saja yang kita dapatkan dari perenungan kita saat ini? Tuhan memberkati. (pg)

TUHAN sanggup MEMULIHKAN

Hidup orang percaya merupakan hidup oleh anugerah demi anugerah. Anugerah terbesar yang kita peroleh ialah pengampunan dosa dan hidup yang kekal. Dalam menjalani hidup ini, anugerah demi anugerah terus menerus menopang kita sampai Kristus menjemput kita ke surga yang baka! Sahabat, di masa-masa yang sulit seperti saat ini kita harus semakin mendekat dan melekat kepada Tuhan, sebab seberat dan seburuk apa pun keadaan saat ini, TUHAN sanggup MEMULIHKAN.  Ia memiliki rancangan terbaik bagi setiap umat-Nya yang mau datang kepada-Nya. Tuhan berkata,  “Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.”  (Yeremia 29:11).  Tuhan Yesus bersabda, “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan.”  (Yohanes 10:10-b). Sahabat, mengapa kita masih belum mengalami dan menikmati rancangan Tuhan yang baik tersebut?  Karena kita belum mengerti bagaimana meraih janji yang telah disediakan Tuhan itu!  Jika kita taat atau menempuh jalan yang sudah Tuhan tentukan, semua janji Tuhan akan berlaku atas hidup kita,   “…apabila kamu berseru dan datang untuk berdoa kepada-Ku, maka Aku akan mendengarkan kamu;”  (Yeremia 29:12). Berseru bukan sekadar berdoa meminta apa yang kita perlukan;  berseru berarti mengungkapkan isi hati dengan segenap kekuatan kita. Bacaan Sabda: Mazmur 126:1-6. Sahabat, mari kita renungkan sejenak. Berkat apa saja yang kita dapatkan dari perenungan kita saat ini? Tuhan memberkati. (pg)